default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Pembunuh Sadis di SPBU Jambearum Jember, Sempat Umumkan Kematian Korban Lewat Masjid

Pembunuh Sadis di SPBU Jambearum Jember, Sempat Umumkan Kematian Korban Lewat Masjid
Peristiwa Daerah
IW, pelaku pembunuhan di SPBU Jambearum Kabupaten Jember
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

 

JEMBER - Sebelum menyerahkan diri kepada polisi, (IW) pelaku pembunuhan di SPBU Jambearum sempat siarkan kematian korban Tumin, lewat pengeras suara masjid.

Informasi itu, disampaikan oleh tetangganya sendiri bernama Bu Elis saat dikonfirmasi suaraindonesia.co.id di kediamannya, Rabu (09/10/2019) siang.

Kata Elis, pengumuman yang disampaikan pelaku jelang sholat subuh itu, sangat mengagetkan warga sekitar.

"Innalillahi wainna ilaihi rojiun, telah meninggal dunia  Pak Tumin, warga Desa Jambearum sekarang juga," ujar Bu Elis menirukan suara pelaku.

Menurut Elis, setelah melakukan woro-woro pelaku juga sempat menabuh beduk masjid dan sempat meminta maaf kepada warga.

"Menabuh jidor dan meminta maaf. Untuk saudara-saudaraku, mohon kiranya saya dimaafkan karena saya telah membunuh," lanjut Elis menirukan.

Kendati demikian, diakui Elis, (IW)di daerahnya terkenal sopan dan membaur dengan masyarakat sekitar.

"Memang kadang mabuk tapi tidak sering. Kalau ke lingkungan sekitar, tidak pernah berbuat onar," tukas Elis.

Pernyataan senada juga diungkapkan FH salah satu warga sekitar. Menurutnya, IW sebalumnya juga pernah terjerat kasus serupa.

"Pernah dihukum karena membacok orang. Kami menduga karena terpengaruh pil," sebutnya.

Sampai berita ini diturunkan, Tim Inafis dari Polres Jember melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti.

Sementara jenazah korban sudah dikebumikan di TPU setempat yang tidak jauh dari SPBU Jambearum.

Diberitakan sebelumnya, penjaga malam bernama Tumin warga Wonosari, Desa Jambearum, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember ditemukan tewas bersimbah darah di bangunan mini market area SPBU sekitar.

Menurut beberapa sumber, insiden berdarah tersebut dipicu oleh salah faham karena korban tidak segera memberi uang kepada pelaku untuk dibelikan miras.


Kontributor : Alfia
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar