default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Haris Azhar Desak Jokowi Bentuk TGPF Independen Untuk Selidiki Kasus Novel

Haris Azhar Desak Jokowi Bentuk TGPF Independen Untuk Selidiki Kasus Novel
Peristiwa Nasional
Sejumlah aktivis HAM mendesak presiden Joko Widodo menyelesaikan Kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik senior KPK, Novel Baswedan dengan membuat TGPF secara independen
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JAKARTA - Kuasa hukum Novel Baswedan, Haris Azhar mendesak presiden Joko Widodo membuat Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) secara independen untuk menyelidiki motif penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Dia mengatakan Tim pengacara akan mengirimkan surat dan dokumen ke Sekretariat Negara sebagai lambannya penyelesaian kasus penyerangan terhadap Novel.

“Kami menyerahkan surat dan dokumen ini sebagai tanggapan atas lambannya proses hukum dan kemauan politik lembaga eksekutif untuk upaya penyelesaian kasus penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan,” kata Haris kepada wartawan, Sabtu (19/10/2019).

Lebih lanjut, Haris menjelaskan pihaknya akan menyerahkan usulan draf keputusan Presiden untuk membentuk TGPF Novel Baswedan agar badan tersebut menjadi badan yang efektif dalam mengungkap kasus Novel. Karena hingga kini, tim teknis bentukan Polri belum juga mengungkap siapa pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan.

“Untuk itu dapat memberikan input agar dapat memastikan kinerja Polri menjadi semakin baik pada umumnya dan perlindungan para staff dan penyidik KPK pada umumnya,” tegas Haris.

Haris menyebut gagalnya institusi Polri dalam mengungkap kasus penyerangan Novel diduga minimnya informasi atas pihak atau pelaku penyerang. Hal ini pun dilakukan berangkat dari tenggat waktu yang diberikan Presiden Joko Widodo pada 19 Juli 2019 untuk masa kerja tiga bulan yang jatuh pada Oktober 2019.

Sebelumnya, Penyidik senior KPK, Novel Baswedan tak meyakini tim teknis bentukan Polri berhasil mengungkap pelaku penyerangan terhadap dirinya. Sebab sudah tiga bulan lamanya, belum juga berhasil memberitahu ke publik terkait pelaku penyerangan. 

“Walaupun sejak awal tidak yakin tim Polri akan mengungkap penyerangan terhadap saya ini, tapi tentunya saya menghormati adanya perintah dari pak Presiden yang memberikan waktu tiga bulan kepada tim Polri ini untuk menyelesaikan kewajibannya,” kata Novel kepada wartawan, Senin (14/10/2019).


Kontributor : Anas
Editor : Alfian Nur
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar