default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Gempur Rokok Ilegal, Pemkab Probolinggo Gencar Sosialisasi Undang-Undang Cukai

Gempur Rokok Ilegal, Pemkab Probolinggo Gencar Sosialisasi Undang-Undang Cukai
Birokrasi
Diskominfo Kab. Probolinggo Sosialisasikan Ketentuan Perundang-Undangan Bidang Cukai di Hadapan Wartawan
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

PROBOLINGGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo kian gencar melakukan sosialisasi lintas sektor, tentang ketentuan peraturan perundang-undangan dibidang cukai.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo), Pemkab Probolinggo kali ini menyasar kalangan awak media, dengan memberikan pemahaman seputar aturan penggunaan pita cukai dan larangan pemakaian pita cukai palsu.

Sosialisasi tentang cukai dilakukan Diskominfo di ruang rapat resto Ayam Bawangan Kecamatan Dringu, Jumat (08/11/2019). Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo, Yulius Christian, menyebutkan.

Cukai merupakan salah satu pendapatan negara terbesar, yang harus disukseskan untuk keberlangsungan pembangunan nasional. "Pers diharapkan membantu pemerintah dalam meningkatkan pendapatan negara ini," ucap Yulius.

Melalui Pers, sosialisasi aturan penggunaan pita cukai untuk barang dengan pengawasan dan pengendalian serta larangan penggunaan pita cukai palsu, dapat tersampaikan kepada masyarakat secara luas.

Hal itu dikatakan Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Bea Cukai KKPBC Type Madya C Probolinggo, Bambang Sutedjo, yang dihadirkan Diskominfo pada sosialisasi tersebut.

"Untuk saat ini jangan coba-coba memalsukan pita cukai, karena pasti akan ketahuan," tegas Bambang, ketika memberikan materi peredaran rokok ilegal. 

Bersama petugas Bea Cukai yang membawahi daerah Kabupaten/Kota Probolinggo dan Lumajang berkomitmen memberantas peredaran rokok ilegal, karena dapat merugikan keuangan negara. 

"Pemberitaan teman-teman Pers tentang rokok ilegal, semoga dapat menyadarkan masyarakat terhadap kerugian yang ditimbulkan," pungkas Kadiskominfo Yulius Christian. 

Sebagai informasi, dari 33 perusahaan rokok skala industri rumah tangga yang ada di Kabupaten Probolinggo sejak tahun 2017, saat ini hanya tersisa 16 perusahaan rokok yang tetap bertahan karena telah sesuai dengan aturan perundang-undangan. Sedangkan 17 perusahaan rokok lainnya ditutup, karena terbukti melanggar ketentuan yang didominasi masalah cukai. (Lutfi Hidayat)
 


Kontributor : Luthfi Hidayat
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar