default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Pemkab Bondowoso Raih Penghargaan 'Saba Wiwerda' dari Kementrian Kesehatan

Pemkab Bondowoso Raih Penghargaan 'Saba Wiwerda' dari Kementrian Kesehatan
Birokrasi
KH Salwa Arifin Bupati Bondowoso bersama M. Imron Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Bondowoso saat usai menerima penghargaan.( Foto: Istimewa)
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

BONDOWOSO- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, Jawa Timur meraih penghargaan Saba Wiwerda atas pertisipasinya sebagai kabupaten atau kota sehat tahun 2019 dari Kemantrian Kesehatan Republik Indonesia

Bupati Salwa didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, M. Imron menerima penghargaan Penyelenggaraan Kabupaten Sehat Swasti Saba. Kali ini Kabupaten Bondowoso memperoleh penghargaan untuk kategori Swasti Saba Wiwerda 2019 yang diterima bupati di ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagi Jalan Merdeka Utara Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2019).

Bupati melalui Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Jawa Timur, M. Imron menyampaikan bahwa penghargaan tersebut diperoleh karena dinilai masyarakat telah berperan secara aktif baik sebagai subyek maupun obyek pembangunan kesehatan, serta berkiprah sebagai agen perubahan.

" Pemkab Bondowoso raih Saba Wiwerda dengan 3 tatanan yaitu tatanan pemukiman, sarana dan prasarana umum,Tatanan ketahan pangan dan gizi, Serta kehidupam masyarakat sehat yang mandiri," ungkapnya.

Lebih lanjut Imron mengatakan, penghargaan ini bukan merupakan tujuan utama.

"Saya ingin menggaris bawahi poin terpenting dari KKS yaitu koordinasi lintas sektor pemerintahan, pemangku kepentingan, dan masyarakat Bondowoso yang dilakukan secara berkesinambungan dalam pembangunan berwawasan kesehatan ," Sambungnya.

Sebagaimana diketahui, menurutnya, pembangunan kesehatan merupakan salah satu visi dan misi dalam Nawacita Presiden Joko Widodo membangun masyarakat sehat dengan berbagai program.

Program itu, katanya, berupa Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), penurunan angka stunting, dan prevalensi penyakit menular dan tidak menular dan seiring dengan program Bondowoso melesat. Karena menurut Imron untuk mencapai semua itu yang utama dibutuhkan adalah tubuh yang sehat.

"Bapak bupati berharap kedepan agar penguatan koordinasi dapat terus ditingkatkan dan disertai dengan pemberdayaan masyarakatnya. Karena kesehatan adalah investasi di masa yang akan datang,"imbuhnya.

Menurutnya , menjadi kewajiban kita bersama untuk menjadikannya lebih berkualitas. Sehingga akan menjadi modal pembangunan.

" Bapak Bupati menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat dan pihak terkait yang berkomitmen mendukung penyelenggaraan program Kabupaten Sehat. Semoga melalui penghargaan ini dapat menginspirasi kita lebih bersemangat berkarya khususnya di bidang kesehatan,"pungkasnya.

Sebagai informasi, Penganugerahan Swasti Saba diadakan setiap 2 (dua) tahun sekali, dan merupakan kerjasama antara Menteri Dalam Negeri bersama Menteri Kesehatan melalui Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor: 34 Tahun 2005, Nomor: 1138/MENKES/PB/VIII/2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat.

Dalam penghargaan ini terdapat 3 (tiga) kategori yaitu Swasti Saba Padapa (pemantapan), Swasti Saba Wiwerda (pembinaan), dan Swasti Saba Wistara (pengembangan). Secara teknis pelaksanaan KKS melibatkan K/L teknis dan Kementerian Dalam Negeri sebagai Pembina Umum Pemerintah Daerah.

Keterlibatan Kemendagri selama pelaksanaan KKS mulai dari melakukan bedah dokumen, verifikasi lapangan, sampai dengan menetapkan hasil bagi Daerah yang akan mendapat penghargaan Swasti Saba bersama Kementerian Kesehatan. Sejak pertama dilaksanakan penganugerahan Swasti Saba, pelaksanaannya menjadi tanggung jawab Kemendagri dan Kemenkes (sesuai dengan Peraturan Bersama Mendagri dan Menkes.


Kontributor : Bahrullah
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar