default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

'Miniatur Indonesia' Bupati Ismunandar Resmikan Vihara Pertama di Kutim

'Miniatur Indonesia' Bupati Ismunandar Resmikan Vihara Pertama di Kutim
Birokrasi
Bupati Ismunandar saat menandatangi prasasti saat peresmian vihara pertama di Kutai Timur bersama Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia, Bhikku Subhapanno Mahathera (ist)
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

KUTAI TIMUR, (suaraindonesia.co.id) – Vihara pertama dan satu-satuntya di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kaltim, Kamis (23/8/2018) diresmikan Bupati langsung oleh Bupati Ismunandar. 

Peresmian Vihara yang diberi nama “SUKHARAMA” tersebut ditandai dengan penandatangan Prasasti oleh Bupati  Ismunandar didampingi Wabup Kasmidi Bulang dan Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia, Bhikku Subhapanno Mahathera, dilanjutkan dengan pengguntingan pita. 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengatakan jika dirinya merasa bangga karena dalam bulan ini telah meresmikan beberapa tempat ibadah baik gereja, musola hingha Vihara. 

“Dengan diresmikannya Vihara Sukharama ini, melengkapi  tempat-tempat ibadah di Kutim. Jadi semua agama sudah ada di Kutim serta dengan adanya Vihara ini, tentunya kehidupan beragama di Kutim semakin membaik, karena saudara-saudara yang beragama Budha, sudah ada tempat beribadah,” terang orang nomor satu di Pemkab Kutim tersebut. 

Sementara itu, Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia, Bhikku Subhapanno Mahathera, mengungkapkan, sejarah Vihara Sukharama tersebut berawal dari kedatangannya atas undangan umat, untuk melakukan pembinaan. Pada awalnya, di Sangatta hanya terdapat satu umat simpatisan Buddhis yang senantiasa berbakti pada Tiratana. 

“Kemudiaan pembinaan sering dilakukan bahkan satu kali dalam satu tahun. Lama-kelamaan mulai muncul simpatisan Buddhis yang baru, sehingga ada seorang simpatisan yang ingin mendanakan sebagian tanahnya 2.478 meter persegi, untuk dibuatkan Vihara yaitu Thomas Winata. Namun keinginan tersebut masih belum diterima, sampai tiga kali Thomas tetap teguh mendanahkan tanahnya untuk Vihara akhirnya disetujui oleh Subhapanno, karena melihat keteguhan hati seorang umat yang ingin berbuat baik,” ucap Subhapanno. (hms)


Reporter : Muhammad
Editor : Rozi
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar