default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Hari Guru, Mendikbud Ingatkan Guru Harus Berinovasi

Hari Guru, Mendikbud Ingatkan Guru Harus Berinovasi
Peristiwa Nasional
Menteri pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim saat pidato nya di hari guru, Kemdikbud Jakarta, Senin (25/11/2019).
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JAKARTA- Menteri pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem makarim mengatakan guru harus belajar berinovasi dalam mengajar, sebab setiap guru harus menjadi penggerak dalam dunia pendidikan. Hal tersebut disampaikan nya di pidato dalam memperingati hari guru.

"Melakukan berbagai macam inovasi dan nggak semua inovasi itu harus sukses, itu namanya kuncinya inovasi. Dan banyak dari inovasi yang kita coba, kita eksperimen mungkin nggak terlalu berhasil. Tapi kita terus mencoba agar kita mengetahui apa yang pas untuk sekolah kita, untuk lingkungan kita," kata Nadiem di Kemdikbud, di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (25/11/2019).

Nadiem menjelaskan esensi dari pidatonya di Hari Guru Nasional. Dalam pidato, Nadiem mengatakan secara tersirat pentingnya pergerakan guru dalam reformasi pendidikan.

"Hari Guru Nasional ini suatu hari yang sangat bermakna karena nggak ada artinya apa pun reformasi pendidikan tanpa pergerakan guru. Guru adalah mulainya dan akhirnya itu ada di guru. Itu yang sebenarnya esensi daripada pidato hari ini gitu. Ada dua sih poin yang penting. Satu adalah mereka belajar dan yang kedua adalah guru penggerak," jelasnya.

Lebih lanjut, Nadiem memahami bahwa menghadirkan guru penggerak ini tidaklah mudah. Namun, Dia berharap ke depan akan semakin banyak guru yang menjadi penggerak di setiap sekolah. Paling tidak, kata dia, setiap sekolah ada satu guru yang mau berinovasi dan melakukan perubahan.

"Saya rasa kali di setiap sekolah ada paling tidak satu, harapannya ya minimal ya jumlah sekolah ya, minimal 250-300 ribuan ya yang bisa kita dapatkan dalam 5 tahun ke depan," ujar Nadiem.

Nadiem juga berjanji akan mendukung perubahan yang didorongnya kepada para guru. Salah satunya, kata dia, membuat regulasi dan kebijakan sebagai payung hukum untuk berinovasi ataupun bergerak memajukan pendidikan Indonesia.

"Tapi ini nggak akan sesuatu yang cepat, nggak akan sesuatu yang langsung dapet gitu. Karena pertama harus, mereka harus menyadari dulu apa sih perannya dan kita membantu mereka. Kedua, dari sisi regulasi dan birokrasi juga kita harus bantu guru, banyak itu bener, PR kita banyak. Apa saja aturan-aturan regulasi dan kebijakan yang mungkin tidak memberikan mereka ruang inovasi dan ruang gerak," pungkasnya


Kontributor : Anas
Editor : Nanang Habibi
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar