default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Juragan Buah di Banyuwangi Sodomi 2 Bocah Hingga Belasan Kali

Juragan Buah di Banyuwangi Sodomi 2 Bocah Hingga Belasan Kali
Peristiwa Daerah
AH, pelaku sodomi terhadap dua nocah dibawah umur saat ditahan polisi
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

BANYUWANGI - Kasus penyimpangan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Banyuwangi. Kali ini, seorang juragan buah bernama Abdul Hayat (57) harus meringkuk di jeruji sel tahanan karena menyodomi 2 orang bocah hingga belasan kali. Kedua korban yakni AP (13) dan D (15) merupakan kuli bakul buah di tempat usaha tersangka. 

Terungkapnya kasus sodomi ini bermula dari korban AP mengeluh kesakitan dan sering keluar darah di bagian alat kelaminnya. Paman korban lantas memeriksa celana dalam korban dan melihat bekas bercak darah.

Setelah didesak, korban AP akhirnya mengaku bahwa dirinya dan seorang temannya berinisial D sering disodomi oleh tersangka AH. Bahkan, korban mengaku disodomi oleh tersangka sejak Bulan Februari 2018 hingga 7 November 2019.

"Total tersangka menyodomi kedua korban sebanyak 11 kali. Dengan rincian korban AP sebanyak 6 kali dan korban D 5 kali. Pelaku menyodomi kedua korban di gudang buah miliknya," kata Kapolresta Banyuwangi, AKBP Arman Asmara Syarifuddin saat konfrensi pers di Mapolsek Kabat, Rabu (05/12/2019).

Tak terima keponakannya disodomi, Paman korban akhirnya melaporkan tersangka ke Mapolsek Kabat. Unit Reskrim Polsek Kabat langsung melakukan penyelidikkan serta memeriksakan kedua korban ke RS Fatimah. Hasilnya, kedua korban terinfeksi penyakit menular seksual akibat kasus sodomi tersebut.

"Unit reskrim akhirnya menangkap dan mengamankan tersangka di rumahnya di Desa Bunder Kecamatan Kabat," kata Kapolresta.

Menurut Kapolresta, sebelum melancarkan aksinya, tersangka mengancam memecat kedua korban jika menolak melayani nafsu bejatnya tersebut. "Selain itu, setiap melancarkan aksi bejatnya tersangka memberi uang sebesar Rp 50 ribu sebagai uang tutup mulut," tambahnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka kini harus mendekam di jeruji sel tahanan Mapolsek Kabat. Tersangka dijerat pasal 81 ayat 1 ,(2) .(5) atau Pasal 82  ayat 1. (4), UU RI No. 17 tahun 2016 tentang  penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan  kedua atas Undang-Undang  UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak  menjadi undang undang.


Kontributor : Rozik Fanani
Editor : Nanang Slamet
Publisher : Arifin
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar