default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Pro Kontra Larangan CPNS Terlibat LGBT

Pro Kontra Larangan CPNS Terlibat LGBT
Suara Pembaca
Karikatur (Dodi Budiana/Tim SUARA INDONESIA)
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

Penulis : Dewi Santi  (Pemerhati kebijakan publik)

Kejaksaan Agung tengah menjaring Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang ingin berkarier menjadi penegak hukum. Salah satu syaratnya, tidak mengalami kelainan orientasi seksual atau LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender/transeksual). Tim medis dan psikolog akan bertugas mendeteksi pelamar lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 di Kejaksaan Agung.

Sebagai informasi, Kejagung melarang pelamar LGBT untuk mengikuti CPNS 2019 di institusi tersebut."Kita punya tim medis dan tim psikolog. Nanti untuk urusan itu kita serahkan kepada tim medis dan psikolog kita," ungkap Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung Mukri kepada Kompas.com, Selasa (26/11/2019).

Akan tetapi hal ini menjadi polemik di masyarakat. Ada yang mendukung pernyataan Kejaksaan Agung tersebut, ada pula yang menolak diskriminasi terhadap orang-orang yang terlibat LGBT.

Salah satu yang menolak adalah dari partai PDIP.  Merespons itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, konstitusi telah mengatur bahwa tidak ada pembedaan dari setiap warga negara.

"Konstitusi kita mengatur setiap warga negara, sehingga tidak ada pembedaan dari setiap warna negara itu. Karena konstitusi telah merumuskan hal-hal yang fundamental dan kita punya Pancasila," kata Hasto di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (23/11).

Dia menegaskan, sila ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia mengandung elemen pokok kebangsaan. Kebangsaan Indonesia itu bermakna, setiap warga negara Indonesia memiliki kedudukan dan tanggung jawab sama dalam menjalankan kedudukan tersebut.
"Maka kita tidak boleh mengkotak-kotakan berdasarkan berbagai pembeda dan hal yang menciptakan diskriminasi," ucap Hasto.

Bahaya dan pengaruh buruk LGBT

LGBT adalah singkatan dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Istilah tersebut digunakan pada tahun 1990 untuk menggantikan frasa komunitas gay atau komunitas yang memiliki orientasi seks terhadap sesama jenis khususnya laki-laki. Istilah LGBT sudah mewakili kelompok-kelompok yang telah disebutkan seperti di atas. LGBT memiliki lambang berupa bendera berwarna pelangi.

Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita F Moeloek pernah menegaskan, bahwa perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender atau biasa yang disingkat LGBT dari sisi kesehatan tidak dibenarkan dan bukan gangguan kejiwaan melainkan masalah kejiwaan.

Menurut para ahli, transgender adalah masalah kelainan bentuk organ reproduksi manusia atau meragukan antara organ wanita atau pria. Namun hal tersebut tentunya seiring waktu dapat diketahui mana yang lebih dominan dan seharusnya ada jalan keluar atau dapat teratasi.

Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang terjangkit perilaku menyimpang tersebut. Antara lain faktor keluarga, faktor pergaulan dan lingkungan, dan faktor genetik. Faktanya, penyebaran LGBT begitu cepat. Bahkan, yang tadinya terlahir sebagai perempuan atau laki-laki "normal" dapat terkena hal tersebut. Hal tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja karena dampaknya sangat besar. LGBT bisa membahayakan kesehatan, pendidikan dan moral seseorang.

Para pelaku LGBT akan memberi dampak buruk pada kesehatannya. 78 % pelaku homoseksual terjangkit penyakit-penyakit menular dan rentan terhadap kematian. Rata-rata usia laki-laki yang menikah adalah 75 tahun, sedangkan rata-rata usia gay adalah 42 tahun, dan menurun menjadi 39 tahun jika menjadi korban AIDS. Rata-rata usia wanita yang bersuami dan normal adalah 79 tahun, sedangkan rata-rata usia lesbian adalah 45 tahun. 

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam In Perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender atau LGBT, khususnya hubungan sesama jenis, ternyata menjadi pemicu tingginya angka kasus HIV atau AIDS di Banten.
Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PDSPDI) Banten mencatat, dalam satu tahun terakhir, penderita penyakit tersebut sebanyak 11.238 orang.

"Terdata, setiap tahun penderitanya terus meningkat dan untuk Provinsi Banten ada 11.238 penderita HIV atau AIDS yang mana, 75 persennya berada di Tangerang Raya, yang meliputa Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan," kata dr I Gede Raikosa usai menggelar senam bersama di pelataran Tangerang City Mall dalam rangka memperingati Hari Aids Sedunia, Minggu, 1 Desember 2019.

Islam sebagai solusi 

Akhir-akhir ini keberadaan LGBT semakin terang-terangan melakukan berbagai macam aksi. Baik melalui dunia maya maupun acara-acara yang diselenggarakan di tempat-tempat umum. Mereka tidak malu-malu lagi memamerkan komunitas mereka. Bahkan mereka semakin gencar mencari mangsa-mangsa baru yang nantinya akan menjadi korban penyimpangan seksual ini.

Masalah LGBT ini adalah masalah yang sistemik, jadi penyelesaiannya juga harus sistemik. Tidak bisa dilakukan secara parsial, jadi saat ini kita sangat membutuhkan negara untuk menyelesaikan masalah LGBT ini. Akan tetapi saat ini negara menerapkan sistem yang  memisahkan agama dari kehidupan atau sekulerisme. Dimana paham kebebasan sangat diagung-agungkan. 

Akibatnya solusi yang diambil tidak mampu menyelesaikan persoalan LGBT ini sampai ke akar-akanya. Oleh karena itu, sudah saatnya lah kita kembali pada aturan-aturan Islam. Karena aturan ini berasal dari Sang Pencipta Allah Al Khaliq dan Al Mudabbir. 

Islam merupakan agama paripurna

Islam juga bukan hanya sekedar agama ritual semata, melainkan sebuah aturan hidup untuk seluruh alam. Islam merupakan solusi segala problematika kehidupan umat manusia termaksud problem LGBT. Islam mengatur pergaulan antara laki-laki dan perempuan, cara berpakaian dan bagaimana manusia dalam melestarikan jenis.

Lesbian,gay, biseksual dan  transgender adalah perilaku  seks yang menyimpang, dan tidak bisa dipandang sebagai sesuatu yang normal. Semua itu juga menjadi ancaman bagi keberlansungan hidup manusia. Penyakit HIV/Aids akan semakin menyebar dan korban akan semakin banyak.
Selain itu  Rasulullah saw menegaskan bahwa perilaku LGBT merupakan perilaku menyimpang yang dilaknat oleh Allah, sebagaimana sabda Rasulullah “Dilaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth  (homoseksual)". (HR. at-Tirmidzi dan Ahmad dari Ibnu Abbas).

Dalam Islam negara senantiasa mewajibkan kepada diri rakyat untuk mempelajari akidah Islam dan membangun ketakwaan kepada Allah swt. Dengan keimanan dan ketakwaan tersebut dengan sendirinya mereka akan mampu membentengi diri dari segala sesuatu yang bertentangan dengan syariat-syariat Islam.

Wallahu a'lam.

Isi dari artikel dan opini yang dimuat di website suaraindonesia.co.id menjadi tanggungjawab penuh penulis dan bukan menjadi tanggungjawab redaksi


Kontributor :
Editor : Imam Hairon
Publisher : Arifin
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar