default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Pembuat Bom Ikan di Banyuwangi Diringkus Polisi

Pembuat Bom Ikan di Banyuwangi Diringkus Polisi
Peristiwa Daerah
AB (tengah belakang) Tersangka Pembuat dan Penjual Bom Ikan
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

BANYUWANGI - Polresta Banyuwangi berhasil meringkus AB (33) seorang  pembuat sekaligus penjual bahan peledak jenis bom ikan atau bondet. Warga Desa Bengkak Kecamatan Wongsorejo ini ditangkap saat  hendak bertransaksi di Kecamatan Muncar.

"Kami berhasil mengamankan seorang pelaku berikut barang bukti berupa bom yang sudah siap dijual," kata Kapolresta Banyuwangi AKBP Arman Asmara Syarifuddin Senin (09/12/2019).

Pada hari Kamis (5/12/2019) lalu, sekira pukul 19.30 WIB, Polisi mendapatkan laporan dari sejumlah warga terkait adanya seseorang yang diduga membawa bahan peledak berjenis bom ikan. 

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi berhasil menangkap tersangka saat menunggu pembeli di sebuah warung kopi di Kecamatan Muncar. Dari penangkapan itu, polisi mengantongi barang bukti berupa 4 buah bom siap ledak dan 4 detonator. 

"Pelaku mengaku merakit sendiri bom tersebut, sedangkan bahannya dibeli. Tersangka menjual bom tersebut di wilayah Banyuwangi dan sekitaran wilayah Tapal Kuda seharga Rp 300 ribu per unitnya," kata Kapolresta.

Dari penangkapan ini, Polresta Banyuwangi akan melakukan sejumlah pengembangan untuk menindak lanjuti terkait penyebaran dan dugaan terorisme dengan menggunakan bom ikan tersebut.

"Ini kita kembangkan, karena benda ini bukan cuma digunakan untuk mengebom ikan saja, tapi bisa juga digunakan untuk melakukan sejumlah tindak kejahatan lainnya," katanya.

Kapolresta juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar melaporkan kepada polisi apabila menemukan kejadian serupa. Hal itu dimaksudkan agar keselamatan dan kemanan warga Banyuwangi tetap terjaga dan juga untuk mengantisipasi sejumlah potensi kejatahan di setiap lingkungan masyarakat.

"Untuk warga yang mengetahui keberadaan bom seperti ini, mohon untuk segera melaporkan kepada polisi," kata Kapolres Arman.

Disisi lain, tersangka AB mengakui bahwa bom tersebut merupakan miliknya dan sudah siap untuk dijual. AB mengaku terpaksa merakit serta menjual bom ini karena sudah terhimpit hutang kepada salah satu temannya.

"Saya terpaksa pak. Saya diancam kalau tidak bayar hutang mau dilaporkan atas dugaan penipuan,

Pelaku mengaku mengetahui cara merakit bom sedari tahun 1996 dari salah seorang berinisial A. Pada September 2019 lalu, barulah tersangka mulai merakit sendiri dan menjualnya kepada nelayan. 

Bom seukuran kepalan tangan orang dewasa itu, dia rakit sedemikian rupa dari sejumlah bahan sisa dan bahan-bahan yang telah dia beli sebelumnya.

"Saya cuman buat (bom) pak. Ini belum pernah saya coba langsung. Tapi dulu sempat ada yang meledak saat dibuat," terang tersangka AB.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka saat ini harus mendekam di tahanan Polresta Banyuwangi. Tersangka dijerat Pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI No.12 Tahun 1951. 


Kontributor : Rozik Fanani
Editor : Nanang Slamet
Publisher : Arifin
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar