Korban Investasi Semut Rangrang Tagih Janji Manajemen MSB

Korban Investasi Semut Rangrang Tagih Janji Manajemen MSB
Peristiwa Daerah
Para korban investasi semut rangrang mendengarkan penjelasan manajemen MSB,

NGAWI - Tutupnya kantor dan gudang CV Mitra Sukses Bersama (MSB) pertengahan bulan Mei 2019 lalu, hingga kini membuat para korban masih terlunta lunta. Pasalnya uang yang sudah diinvestasikan senilai belasan hingga ratusan juta yang katanya akan dibayar sesuai perjanjian ternyata bohong belaka.

"Saya ikut bulan april 2019 senilai 15 juta, seharusnya bulan september saya menikmati hasilnya, bulan mei kantor dan gudangnya tutup  dan uang saya belum kembali hingga saat ini," kata Sri, Sabtu (14/12/2019)

Selain Sri, korban lain asal pilang kenceng yang tidak mau disebutkan namanya ini mengaku telah kehilangan uang investasinya hampir sebesar 500 juta.

"Saya minta ketegasan manajemen MSB melalui koordinator yang menerima uang kami, jangan hanya janji tapi dibuktikan, bukan malah diundur undur seperti ini" tegas korban.

"Saya memberikan uang kepada koordinator bukan ke owner MSB jadi ya saya minta koordinator bertanggungjawab," imbuhnya.

Di gedung notosuman Ngawi pagi tadi, para korban investasi semut rangrang mendengarkan penjelasan manajemen MSB, melalui wadah yang disebut tim Merdeka, para korban menyampaikan keluh kesah kasus investasi rangrang yang tak kunjung selesai.

"Tim Merdeka ini dibentuk atas masukan para mitra untuk memperjuangkan haknya agar bisa terbayar, kami tim Merdeka sendiri juga korban," terang Pri selaku jubir tim Merdeka.

"Sudah ada aset dari owner yang dijaminkan kepada kami, kalau memungkinkan akan kami jual, dan aset yang ada pada kami dibuktikan dalam perjanjian didepan notaris tetapi untuk nilai aset belum tau pasti," jelas pri.

Sugiyono merupakan orang pertama pendiri MSB yang bergerak di bidang bisnis investasi budidaya semut rangrang ini telah membuat heboh. Enam ribu orang yang ikut berinvestasi dengan total sekitar 1,5 triliun berharap cemas.

Pengembangan investasi semut rangrang melalui koordinator yang tersebar di tiga provinsi yaitu DIY, Jatim dan Jateng ini telah menjadi buah bibir masyarakat.

Kini kantor MSB yang terletak di Desa Pungkruk, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sragen sudah dipakai oleh perusahaan dengan nama lain. Sementara di dua gudang MSB yang berada di Dusun Kroya, Desa Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Sragen sudah tidak ada aktivitas sama sekali.(Ari Hermawan)


Kontributor : Redaksi
Editor : Alfian Nur
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar