Netizen Mayoritas Setuju, Penerima PKH Rumahnya Dilabeli Tulisan 'Keluarga Miskin'

Netizen Mayoritas Setuju, Penerima PKH Rumahnya Dilabeli Tulisan 'Keluarga Miskin'
Peristiwa Nasional
Karikaturis : Dodi Budiana (Tim Kreatif SUARA INDONESIA)

JEMBER - Ratusan netizen group Info Warga Jember banyak setuju, jika Pemkab Jember meniru Lumajang untuk penerima PKH dan BPNT rumahnya dilabeli 'Keluarga Miskin'.

Kendati sempat menimbulkan kotroversi sebagian kecil warganet, jika itu dilakukan sama halnya dengan bentuk penghinaan.

Namun, kebanyakan komentator mayoritas sepakat jika kebijakan tersebut diberlakukan, agar menjadi efek jera bagi keluarga yang mampu tapi masih menerima dan mengaku miskin

Seperti yang disampaikan salah satu pemilik akun Peta G Gumitir, dirinya mendukung jika kebijakan itu dilakukan.

"Kayaknya ada positifnya. Biar tepat sasaran kalau ada labelnya yg merasa gk layak menerima maka akan mengembalikan kpada yg hak," tulisnya, menanggapi berita suaraindonesia.co.id, Minggu (15/12/2019).

Berbeda dengan Peta G Gumitir, meskipun dirinya sepakat, namun kata-kata yang ditulis harus lebih sopan.

"Klo bisa jgn miskin, pake kata yg lebih bagus spt: PENERIMA PKH itu sdh cukup," sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Lumajang Thiriqul Hak dengan tegas turun langsung ke lapangan memberikan label kepada penerima PKH dengan tulisan 'Warga Miskin'.

Dari situlah, nitizen di Jember juga terinspirasi dan meminta Pemkab Jember menerapkan aturan yang sama.

Begitupun poling yang dibuat suaraindonesia.co.id, 90% suara mayoritas sepakat, penerima PKH dan BPNT diberi tanda.

Mereka juga menilai, sebaran penerimaan bantuan dari pemerintah itu, di Jember banyak yang kurang tepat sasaran.

Bahkan, mereka meminta pemerintah mendata dan mengkaji ulang, data yang dipakai untuk merealisasikan bantuan.


Kontributor : Imam Khairon
Editor : Yurike Andini
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar