default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Pengidap HIV AIDS terus tumbuh, Islam solusi ampuh

Pengidap HIV AIDS terus tumbuh, Islam solusi ampuh
Suara Pembaca
Karikatur (Dodi Budiana/SUARA INDONESIA)
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

Penulis : Dewi Santi, SE

HIV dan AIDS adalah penyakit yang sangat berbahaya. Dimana penyakit ini menyerang kekebalan tubuh manusia. Hingga kini masih belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit HIV dan AIDS ini. Gejala awal penyakit ini pun masih sulit terdeteksi. Pengidap HIV kebanyakan tidak menyadari terkena HIV dan AIDS. Dikarenakan gejala awal hampir sama dengan penyakit flu, demam, sakit tenggorokan, hingga badan mudah lelah. 

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang tak pandang bulu. Virus ini bisa menyerang siapa saja melalui beberapa media penularan seperti cairan darah, sperma, vagina, serta ASI. Bila tak diketahui, HIV bisa berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune-Deficiency Syndrome).

Indonesia menjadi salah satu negara yang termasuk dalam Kawasan Asia Pasifik. Kawasan ini menduduki peringkat ketiga sebagai wilayah dengan pengidap HIV/AIDS terbanyak di seluruh dunia dengan total penderita sebanyak 5,2 juta jiwa. 

Indonesia menyumbang angka 620.000 dari total 5,2 juta jiwa di Asia Pasifik yang terjangkit HIV/AIDS.
Jika dikelompokkan berdasarkan latar belakangnya, penderita HIV/AIDS datang dari kalangan pekerja seks komersial (5,3 persen), homoseksual (25,8 persen), pengguna narkoba suntik (28,76 persen), transgender (24,8 persen), dan mereka yang ada di tahanan (2,6 persen). Penderita HIV/AIDS terbanyak terdapat di Kawasan Afrika Timur dan Selatan dengan angka mencapai 19,6 juta penderita. Selanjutnya di posisi kedua adalah Kawasan Afrika Barat dan Tengah dengan angka 6,1 juta pengidap.

Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mencatat ada 92 warga di wilayah itu yang terinfeksi HIV dan 27 orang di antaranya menderita AIDS sepanjang Tahun 2019. "Hal ini tentu sangat memprihatinkan. Karena tiap tahun temuan HIV/AIDS di Kabupaten Madiun terus meningkat," ujar Sekretaris KPAD Kabupaten Madiun Lenny D.

Ambarsari kepada wartawan di Madiun, Kamis (10/10/2019). Menurut dia, penemuan HIV/AIDS di Kabupaten Madiun seperti fenomena gunung es. Hanya permukaannya yang terlihat, sementara jika ditelusuri lebih jauh, pihaknya yakin jumlah yang ditemukan pasti lebih banyak.

Apa penyebab pengidap HIV dan AIDS kian bertambah?

Tanggal 1 Desember selalu diperingati sebagai Hari AIDS sedunia. Berbagai macam acara dan upaya dilakukan untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat agar terhindar dari penyakit mematikan ini. Meskipun setiap tahun diperingati dan telah dilakukan banyak upaya untuk memberikan solusi, baik dari pemerintah, LSM, hingga dimasukkannya materi tentang HIV/AIDS dan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) ke dalam kurikulum pendidikan, namun berlalu tahun tidak diikuti dengan berlalunya virus ini, malah setiap tahunnya jumlah orang yang hidup dengan HIV-AIDS (ODHA) terus meningkat, baik itu aktif maupun pasif, seperti kaum ibu dan anak-anak.

Semakin hari jumlah korban penderita HIV AIDS bukannya semakin menurun, bahkan terus melaju bertambah memakan korban. Generasi mudah yang menjadi masa depan bangga, malah banyak terjerumus dalam kehancuran. Pemerintah harus segera mencari solusi yang jitu agar mampu menyelesaikan permasalahan HIV dan AIDS ini.

Seks bebas di kalangan generasi muda sudah sangat mengkhawatirkan, prostitusi semakin banyak, video-video porno bertebaran dan sangat mudah di akses oleh anak-anak yang masih di bawah umur dan pengguna narkoba yang juga semakin hari semakin bertambah. Hal ini yang menjadi penyebab terbesar penyakit HIV dan AIDS semakin marak dan menelan korban setiap harinya. 

Selain itu masyarakat saat ini terjangkiti virus sekulerisme yaitu memisahkan antara agama dengan kehidupan. Aturan agama hanya dipakai saat beribadah saja, sedangkan aturan dalam bermasyarakat mereka tidak mau diatur oleh aturan-aturan agama.

Islam adalah solusi ampuh

Fakta di atas seharusnya bisa menyadarkan kita semua, bahwa satu-satunya solusi dari seluruh permasalahan ini adalah kembali kepada aturan Allah yakni dengan menerapkan sistem Islam. Bukankah Allah Swt telah berfirman, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (TQS ar-Rum [30]: 41)

Sebagai negeri yang mayoritas berpenduduk Muslim ini, sudah selayaknya Indonesia melihat kepada Islam. Sistem yang tidak hanya mengatur ibadah ritual saja tetapi juga seluruh aktivitas manusia. Islam melarang zina, menutup pintu seks bebas. Semua aturan dalam Islam menghindarkan orang dari jalan tersesat. Bahkan, sesungguhnya menyelamatkan pelakunya sendiri. Berzina, ikhtilat (bersampur lawan jenis), perintah menutup aurat, menundukkan pandangan, dan sebagainya.

Wallahu alam

 

Isi dari artikel dan opini yang dimuat di website suaraindonesia.co.id menjadi tanggungjawab penuh penulis dan bukan menjadi tanggungjawab redaksi


Kontributor :
Editor : Imam Hairon
Publisher : Arifin
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar