default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Pesona Tiga Curug di Lereng Bukit Murbon Surga Tersembunyi di Raja Ampat

Pesona Tiga Curug di Lereng Bukit Murbon Surga Tersembunyi di Raja Ampat
Wisata
Wisata Bukit Marbon di Raja Ampat
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

RAJA AMPAT, (suaraindonesia.co.id) - Bukit Murbon berdiri kokoh, memayungi Kampung Wawarnai. Sebuah kampung
yang memiliki potensi Pariwisata yang mengagumkan. Memiliki garis pantai dengan hamparan pasir putih dan riuh ombak yang memecah kesunyian.

Di lereng bukit inilah mengalir deras tiga air terjun. Airnya terus mengalir, membela lembah Wawarnai, mengalirkan kesejukan dan memberi kehidupan bagi masyarakatnya.

Ketiga air terjun ini, merupakan salah satu spot wisata yang menjanjikan, namun hingga kini namanya tenggelam di bawah ketenaran Wayag, Piaynemo dan Batu Pensil.

Lantas, tidak banyak orang mengenal tempat ini, bahkan namanya terasa asing bagi kita semua. Ya karena letaknya berada jauh di pesisir utara dan kita harus menempuh perjalanan 3 jam lamanya menggunakan speedboat dari Waisai.

Di samping itu, Objek Wisata ini belum mendapat sentuhan pembangunan. Karena itu, nuansa alamiahnya masih terasa dan memiliki mitos yang kini masih tersimpan dalam setiap benak masyarakat Kampung Wawarnai.

Obeth Sanadi, Tokoh Masyarakat menyatakan jika pengunjung yang ingin datang ke tempat ini, tidak boleh membawa sisir. "Kalau kitorang ke saya, tidak boleh bawa sisir. Dulu ada kejadian, ada orang ke sana dan bawa sisir kemudian dia mengalami musibah," terang Obeth.

Hingga saat ini, masyarakat kampung Wawarnai pun masih mengikuti larangan tersebut. Bahkan anak-anak Sekolah Dasar pun dengan lancar menceritakan kisah tersebut.

Yakub salah satunya, bocah kelas 4 SD itu sempat bercerita kepada penulis saat menuju air terjun tentang larangan bawa sisir . "Kaka dong jangan bawa sisir ne, kita semua tidak boleh bawa barang itu,awas dapat bahaya,"ujarnya.

Untuk mencapai tempat ini, kita berjalan kaki kira-kira lima belas menit perjalanan dari Kampung Wawarnai Distrik Wawarbomi. Menjejaki lereng bukit, menyusuri bantaran sungai dengan airnya jernih.

Sementara di beberapa titik, ada gundukan tanah dan kolam buatan. Maklum karena Bukit Murbon dulunya pernah dieksploitasi perusahaan Nikel karena mengandung potensi nikel yang besar.

Setelah perusahaan tak lagi beroperasi, Murbon tetap memancarkan sumber air yang tak pernah mengering, aliran airnya melintasi lembah curam hingga membentuk tiga curug.

Ketiga air terjun ini punya karakteristik berbeda, Namun jaraknya berdekatan, seolah membentuk tiga anak tangga. Air terjun pertama, tingginya lima meter, arusnya mengalir perlahan. Sangat cocok untuk sekadar berselfi.

Sedangkan air terjun kedua, tingginya 6 meter, mengalir tenang di antara bebatuan, memiliki kolam dengan kedalaman 2 meter, dikitari bebatuan cadas.

Aktivitas yang bisa dilakukan yakni berenang dengan menguji nyali lompat dari tebing atau bebatuan. Air terjun ketiga, dekat puncak Murbon menjadi puncak dari petualangan kita menuju ke tempat ini.

Disini kita bisa menikmati indahnya aliran air dari ketinggian 70 meter. Keluar melalui celah kecil antara bebatuan dan pepohonan rindang. Di dasar curuk ini ada kolam seluas 3x4 meter, tempat berenang sambil menikmati titik-titik air yang jatuh dari puncak curug .

Ya, Murbon adalah titipan Tuhan, tempat yang memberikan kesejukan, mengalirkankan sumber kehidupan, yang perlu kita jaga dan rawat bersama.

Salah satu caranya yakni mengelola tempat ini sebagai kawasan wisata alam, dan bukannya membiarkan kaum kapitalisme dan pemilik modal mengeruk isi perut bukit Murbon.

Kita tidak hidup dari tambang, tetapi dari keindahan dan kemolekan alamnya. Raja Ampat adalah destinasi wisata kelas dunia. Mari lestarikan alam kita.


Reporter : Libert P
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar