default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Musabaqah Qira'atil Kutub FMAA Jember, Wadah Mempersatukan Santri

Musabaqah Qira'atil Kutub FMAA Jember, Wadah Mempersatukan Santri
Religi
Salah satu kegiatan santri Musabaqah Qira'atil Kutup FMAA Jember, di Desa Selodakon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember Jawa Timur, Minggu (05/01/2020)
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

 

JEMBER -  Musabaqah Qira'ati Kutub (Forum Musyawarah Anjangsana Anjangsini) FMAA adalah salah satu wadah silaturrohim dan pemersatu  Pondok Pesantren se- Kabupaten Jember.

Pernyataan itu, disampaikan oleh salah seorang pengurus FMAA Abdul Haris, saat dikonfirmasi suaraindonesia.co.id di tempat kegiatan, Desa Selodakon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember Jawa Timur.

Kata Haris, kegiatan itu merupakan rutinitas tahunan yang dilakukan secara berkesinambungan selama 10 tahun terakhir.

"Kegiatan rutin dan terus kita lakukan sampai saat ini. Pesertanya, tidak kurang dari 100 pondok pesantren yang mengikuti," ujarnya, Minggu, (05/01/2020) disela-selan kegiatan.

Dosen IAIN Jember ini juga menjelaskan, makna dari kegitan tersebut juga mempererat hubungan antar santri.

"Anjang sana anjang sini itu, maksudnya forum untuk memecahkan setiap persoalan yang terjadi di Pondok Pesantren untuk dicarikan jalan keluarnya bersama-sama," sebutnya.

Adapun kegiatan yang diperlombakan adalah kitab-kitab yang masih tetap dijadikan pedoman bagi kaum Nahdlatul Alama.

"Ada Kitab Safina, Fathul Qorib, Nahwu Sarrof pokoknya kitab kuning dan ahlus sunnah waljama'ah. Dengan begitu para santri akan lebih giat lagi belajar karena afa kompetisi di ajang ini," tandasnya.

Sementara Muhammad Faiz Nazir, selaku sebagai penitia dan sekaligus tuan rumah kegiatan di Pondok Pesantren Al Majidi sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

Dirinya menilai, kegiatan itu harus terus dipertahankan dan seyogyanya terus didukung oleh tokoh agama.

"Ini ajang fastabiqul khairot dan memperat tali ukhuwah. Jadi, harus terus dilestarikan," paparnya.

Pria yang sempat mengenyam pendidikan di bangku kuliah fakultas tarbiyah itu juga menyebut, bahwa santri di era moderen saat ini sudah siap bersaing di masyarakat.

"Santri yang dulu disebut kolot, sekarang sudah tidak berlaku lagi. Santri saat ini serba bisa dan boleh dicoba," lugasnya.

Lebih jauh dirinya mencontohkan, keterwakilan santri saat ini banyak menjabat di posisi penting di pemerintahan. Sehingga posisi santri patut dan layak diperhitungkan.

"Kita lihat ada ma'ruf amin saat ini menjadi wakil presiden dia adalah santri. Ada khofifah, dia adalah santri saat ini jadi Gubernur Jawa Timur. Jadi stigma santri kolot sudah tidak jamannya lagi," pungkasnya.

Perlu diketahui, acara itu berlangsung selama sehari semalam itu, diikuti tidak kurang dari 1000 santri yang tersebar di Kabupaten Jember.

Simak video berikut:


Kontributor : Imam Khairon
Editor : Aji Susanto
Publisher : Arifin
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar