Sopir Ambulan Ini Mengaku Siap Dipenjara, Asal Jember Kembali Kondusif

Sopir Ambulan Ini Mengaku Siap Dipenjara, Asal Jember Kembali Kondusif
Peristiwa Nasional
Whesil, Sopir ambulan Desa Sumbersalak, Kabupaten Jember, Jawa Timur saat dikonfirmasi suaraindonesia.co.id di ruangan DPRD Jember,Senin (13/01/2020).

 

JEMBER - Sopir ambulan Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo,Kabupaten Jember, Jawa Timur bernama Whesil, demi rakyat mengaku siap dipenjara asal Jember kembali kondusif.

Pernyataan itu, disampaikannya usai melakukan klarifikasi kepada anggota DPRD Jember David Handoko Seto, terkait postingan facebooknya yang membuat puluhan sopir lain tersinggung.

Whesil mengaku, bahwa kedatangannya ke kantor DPRD Jember bersama teman-temannya untuk mengingatkan saja. Agar postingan komentar untuk lebih bertangganggungjawab.

"Saya sebut bukan hanya legislatif. Tetapi, saya juga menyinggung eksekutif, ayolah ayomi kami masyarakat bawah ini. Kami prihatin kondisi Jember, mau dibawa kemana Jember ini," sebutnya.

Kata Whesil, saat ini sudah bukan rahasia umum lagi bahwa perpolitikan di Kabupaten Jember semakin tidak sehat.

"Ini secara tidak langsung, sangat berdampak kepada masyarakat kecil. Saya sebagai orang awam dan demi menyuarakan suara rakyat siap disel jika saya dianggap keliru dalam memposting di media sosial," ungkap Whesil menjelaskan, Senin (13/01/2020).

Sementara David sendiri, mengaku heran dengan kedatangan puluhan sopir ambulan tersebut.

"Postingan saya itu, bersifat pribadi. Bukan saya tujukan kepada sopir ambulan Jember," sebutnya.

Politisi Partai Nasdem itu mempertanyakan, jika ada pihak-pihak yang terkesan menyalahkannya saat menjawab postingan Whesil.

"Publik bisa melihat langsung komentar saya di fb. Saya pakai bahasa madura normatif," sebutnya.

David justru menyayangkan, jika ada bahasa yang terkesan melecehkan pihak politisi.

"Saya tidak akan minta maaf, sebelum Whesil berkomentar di media dan mengakui kesalahannya," tegasnya singkat.

Suasana sempat memanas, saat debat dan mempertahankan argumen masing-masing.

Baru, saat Kapolres Jember Alfian Nurizal menengahi, akhirnya massa pun bubar.

 

Kedatangan puluhan sopir ambulan desa itu, dijaga ketat puluhan anggota polisi dalmas dari Polres Jember.

Sebelumnya, dalam sebuah postingan akun milik anggota DPRD David Handoko Seto dikomentari oleh Whesil.

Saling balas komentarpun terjadi, hingga berujung salah paham. Dan akhirnya, para sopir ambulan ini mendatangi DPRD Jember untuk klarifikasi komentar tersebut.


Kontributor : Julianto Setiawan
Editor : Aji Susanto
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar