default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Badan Kehormatan Sebut, Persoalan Sopir Ambulan Desa dengan Anggota DPRD Miskomunikasi

Badan Kehormatan Sebut, Persoalan Sopir Ambulan Desa dengan Anggota DPRD Miskomunikasi
Peristiwa Nasional
Badan Kehormatan DPRD Jember, Hamim saat diwawancarai suaraindonesia.co.id, Senin (13/01/2020)
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JEMBER - Badan kehormatan DPRD Jember Hawari meyampaikan, persoalan komentar di medsos yang terjadi antara anggota DPRD Jember David Handoko Seto dengan sopir ambulan desa Whesil hanya miskomunikasi.

Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan, antara puluhan sopir ambulan dengan David dimediasi oleh Kapolres Jember.

Kata Hamim, seharusnya persoalan itu tidak perlu terjadi. Pihaknya, mengaku sudah memediasi agar keduanya sama-sama memahami.

"Menurut kita, itu hanya sebatas aduan.Setelah itu, menyikapi aduan mereka dan mempertemukan kepada yang bersangkutan. Alhamdulillah sudah mendapat titik temu," terang Hamim, usai melakukan mediasi di Ruangan Komisi A DPRD Jember, Senin (13/01/2020).

Pihaknya mengatakan, sebagai fungsinya sebagai BK pihaknya hanya menampung aspirasi dari mereka dan akan kita tindaklanjuti ke rapat BK terkait langkah kedepan.

"Apakah hanya sekedar teguran atau bagaimana langkah kita kedepan.Yang mendasar dari aduan mereka hanyalah masalah ketersinggungan," sebutnya.

Kata Hamim, David juga sudah menjelasakan terkait postingan di media sosial bahwa hal itu merupakan respon dari posting sebelummya yang menyebut partai politik.

"Kalau menurut saya selama ini hanya miskimunikasi saja. Kita harus betul-betul menyikapi pengaduan dari mereka," sebutnya.

Lebih jauh Hamim menjelaskan, bahwa hal itu tidak ada aduan tertulis. Namun, hanya berupa aduan lisan.

"Kita akan bahas bagaimana jalan terbaiknya. Ketersinggungan dan hanya tentang kode etik saja," pungkasnya.

Di tempat terpisah, sopir ambulan Desa Sumbersalak Whesil menyebut, apa yang disampaikannya merupakan permasalahan secara global di Jember.

"Kami tidak menyebut satu persatu. Kami menyebut legislatif dan eksekutif. Karena, bukan rahasia umum lagi. Persoalan politik Jember, mengimbas kepada kepentingan masyarakat secara umum," tegas Wasil.

Dengan gamblang Whesil mengatakan, hal itu merupakan bentuk luapan kekecewaan sebagai masyarakat kecil.

"Ayo hilangkan ego dan kepentingan masing-masing.  Kita pikirkan masyarakat secara penuh di Jember, ayo pikirkan perkembangan masyarat. 

"Jangan saling menyalahkan antara satu dengan yang lainnya. Itu yang sebenarnya yang kami tulis di postingan. Tetapi, mendapatkan komentar yang kurang mengenakkan secara pribadi," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan sopir ambulan desa mendatangi kantor DPRD Jember. Mereka bermaksud mengklarifikasi persoalan tersebut.


Kontributor : Imam Khairon
Editor : Alfian Nur
Publisher : Arifin
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar