Jadi Rujukan 34 Provinsi Penanganan Stunting, 230 Anak Lamongan Terkena Gizi Buruk?

Jadi Rujukan 34 Provinsi Penanganan Stunting, 230 Anak Lamongan Terkena Gizi Buruk?
Peristiwa Nasional
Bupati Lamongan H. Fadeli membesuk penderita gizi buruk

LAMONGAN - Pernah jadi rujukan 34 provinsi dalam penanganan stunting dan perolahan penghargaan Kabupaten/ Kota Sehat kategori Swasti Saba Wistara dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan pada bulan November 2019. 

Ternyata tidak berdampak kepada kondisi kesehatan masyarakat Kabupaten Lamongan. Buktinya saja pada hari ini, Selasa (14/1), terungkap ada sebanyak 230 anak atau balita yang mengalami gizi buruk. Jumlah tersebut menunjukkan penghargaan tidak berdampak sama sekali terhadap kesehatan masyarakat.


Angka gizi buruk tersebut terungkap setelah Bupati Lamongan H. Fadeli berkunjung pada balita yang mengalami gizi buruk di RSUD dr. Soegiri.

Menurut Fadeli, dari 230 anak tersebut baru mencapai 0,34 persen, dimana angka itu masih jauh dibawa 1 persen dari batas di Provinsi Jatim. Ia menegaskan, akan memberikan prioritas penuh kepada penderita tersebut. 
 

"Memang penderita gizi buruk jauh di bawah provinsi. Tapi saya minta ini terus diturunkan jangan sampai nambah. Kalau ada yang menderita saya minta keluarga agar melaporkan kejadian ini ke puskesmas sehingga ini bisa ditindaklanjuti oleh rumah sakit dan ditangani," ungkapnya.


Fadeli meminta tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soegiri Lamongan agar memberikan pelayanan yang terbaik bagi Meilani Alfira Damayanti, salah satu balita yang menderita gizi buruk asal Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng yang sempat menjadi perhatian semua pihak ini.

Meski saat ini biaya pengobatan balita yang berusia 2 tahun 8 bulan itu ditanggung BPJS Kesehatan. Namun Fadeli berharap pihak rumah sakit tidak menyamakan penanganan medis seperti halnya pasien pada umumnya. 

"Bukan berarti sudah tidak bayar biaya rumah sakit, terus pengobatannya biasa-biasa saja. Ini saya tidak mau harus diprioritaskan," tegasnya


Berdasarkan informasi dari tim dokter, ujar Fadeli, penanganan gizi buruk membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa memulihkan kondisi balita yang hanya memiliki bobot 4 kilo tersebut. Ia berharap orang tua pasien sabar dalam menghadapi ujian ini.

"Saya yakin dokter juga sudah bekerja maksimal setiap saat dipantau perkembangan berikutnya dan ternyata juga tambah baik secepatnya," pungkasnya 


Kontributor : Silvi Zulfi
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar