default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

10 Bulan Bekerja di Malaysia, TKI Lumajang Meninggal

10 Bulan Bekerja di Malaysia, TKI Lumajang Meninggal
Peristiwa Nasional
Jenazah Siti Aisyah dibawa menggunakan ambulan dari Bandara Juanda Surabaya ke rumah duka di Desa Mlawang Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

LUMAJANG – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Lumajang kembali meninggal dunia di Malaysia. Siti Aisyah yang baru bekerja di Negeri Jiran selama 10 bulan, meninggal setelah mengalami sakit.

Jenazah sudah dipulangkan ke Tanah Air, Selasa (14/1/2020). Tiba di rumah duka di Desa Mlawang Kecamatan Klakah sekitar pukul 19.00 WIB dan langsung dimakamkan di pemakaman setempat.

Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lumajang menyampaikan, dari laporan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, sebelum meninggal, wanita kelahiran 1995 itu diketahui menderita sesak dan batuk.

Karena sakitnya cukup lama, majikan membawanya ke klinik kesehatan setempat. Setelah diperiksa, ternyata yang bersangkutan menderita Tuberculosis. Akhirnya pihak majikan mengembalikan Siti Aisyah ke agensi melalui KJRI.

“Karena semakin parah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Johor Bahru. Dan ada rencana mau dipulangkan ke Indonesia melalui jalur laut,” ucap Wahyu Hidayat dari SBMI Lumajang, Rabu (15/1/2020).

Namun sebelum jadwal pemulangan yang ditentukan, Siti Aisyah sudah meninggal dunia pada 9 Januari 2020. Setelah proses administrasi selesai, jenazah baru diterbangkan ke Indonesia pada 14 Januri 2020.

“Untuk pemulangan jenazah gratis dari KJRI, mulai Johor sampai ke Bandara Juanda Surabaya,” ucapnya.

Kemudian SBMI Lumajang meminta bantuan Loka Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP3TKI) untuk proses administrasi di bandara. Agar jenazah bisa dikeluarkan dan dibawa ke rumah duka.

“Kita meminta bantuan LP3TKI untuk proses pengeluran jenazah dari bandara,” ujarnya.

Sedangkan dari Bandara Juanda ke Lumajang, jenazah dibawa menggunakan ambulan berkat bantuan dari para komunitas dan relawan. “Untuk membawa jenazah ke rumah duka, ini dibiayai oleh relawan,” kata Wahyu.


Kontributor : Alfia
Editor : Imam Hairon
Publisher : Arifin
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar