default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Musim Hujan, Harga Cabai di Lumajang Melonjak 100 Persen

Musim Hujan, Harga Cabai di Lumajang Melonjak 100 Persen
Peristiwa Nasional
Cabai di Pasar Lumajang. Selama 10 hari terakhir terjadi kenaikan harga cabai yang cukup signifikan.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

LUMAJANG - Harga cabai di Kabupaten Lumajang mengalami kenaikan yang signifikan. Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, terjadi lonjakan harga hingga 100 persen. Musim hujan menjadi menjadi penyebab mahalnya cabai di pasaran.

Dari laporan Dinas Perdagangan Lumajang, saat ini  harga cabai biasa menembus angka Rp 60 ribu perkilogram. Cabai rawit juga sama, Rp 60 ribu perkilogram. Sedangkan cabai keriting Rp 40 ribu perkilogram.

Padahal sebulan yang lalu, pada Desember 2019, harga cabai biasa masih Rp 20 ribu perkilogram. Sementara cabai rawit juga relatif murah, Rp 32 ribu perkilogram. Dan cabai keriting Rp 41 ribu perkilogram.

Sekretaris Dinas Perdagangan Lumajang Aziz Fahrurrozi menyampaikan, kenaikan harga cabai di Lumajang sudah terjadi sejak awal Januari 2020. “Jadi harganya cenderung naik-naik terus selama 10 hari terakhir,” katanya, Senin (20/1/2020).

Menurutnya, kondisi cuaca menjadi penyebab naiknya harga cabai. Musim hujan membuat produksi cabai dari petani di Lumajang tidak maksimal. Sehingga ketersediaan cabai dari Lumajang sendiri bekurang dan tidak mampu mencukupi kebutuhan di pasar.

“Jadi untuk pasokan dari Lumajang tidak mencukupi. Apalagi hujan terus gini, lombok banyak yang rusak,” ucap Aziz.

Akhirnya, untuk menutupi kekurangan itu, harus disuplai dari luar daerah. Tentu harganya lebih mahal karena ada tambahan biaya pengiriman. “Jadi ada yang ngambil dari Malang, Bondowoso, dan Madura,” lanjutnya.

Meski harganya mahal, namun pasokan cabai di Lumajang tercukupi berkat suplai dari luar daerah itu. “Meskipun mahal, tapi barangnya ada, jadi tidak jadi masahal. Tidak ada gejolak. Tapai kalau mahal dan barangnya langka itu yang bikin gejolak,” ungkap dia.

Ia sendiri berharap harga termahal sampai di angka saat ini. Dan tidak ada kenaikan harga lagi. Diprediksi, harga cabai tetap mahal hingga akhir akhir bulan. “Kalau cuaca seperti ini mungkin sampai akhir bulan masih mahal,” jelas Aziz.

Namun Aziz tak memungkiri, juga masih ada potensi harga naik lagi. “Kalau curah hujan tinggi, cabai bisa banyak yang rusak. Otomatis, kalau kebutuhan banyak, barang jadi langka dan jadi mahal,” tuturnya.

Sejauh ini, pihak Dinas Perdagangan Lumajang hanya melakukan pemantauan harga saja di pasar. “Kita tidak bisa melakukan intervensi. Beda dengan bawang, kita bisa carikan pengusaha,” pungkasnya.


Kontributor : Alfia
Editor : Imam Hairon
Publisher : Arifin
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar