default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Penasihat Hukum: Jika Catut Nama Media suaraindonesia.co.id Tanpa Bukti, akan Beresiko Hukum

Penasihat Hukum: Jika Catut Nama Media suaraindonesia.co.id Tanpa Bukti, akan Beresiko Hukum
Peristiwa Daerah
Penasihat Hukum suaraindonesia.co.id Nanang Slamet, S.H
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JEMBER - Kasus dugaan pemerkosaan terhadap salah satu siswi di Kabupaten Situbondo masih berbuntut panjang. Pasalnya, dalam pemberitaan salah satu media cetak ada pihak-pihak yang terkesan melakukan tuduhan, bahwa kejadian itu dimanfaatkan oleh dua orang wartawan media online untuk melalukan tindakan tidak terpuji.

Nanang Slamet, salah satu tim Penasihat Hukum suaraindonesia.co.id menyampaikan, management akan mengambil tindakan hukum jika di belakang hari ada pihak-pihak yang mencoba membuat tuduhan maupun pencatutan yang bersifat negatif dan tidak berdasar kepada suaraindonesia.co.id.

Kata Nanang, pihaknya sudah mengantongi alat bukti, atas indikasi tuduhan salah seorang kuasa hukum terlapor pemerkosaan, terhadap dua wartawan yang menyebut media yang dimaksud tidak terdaftar di Dewan Pers yang telah memberitakan terkait dugaan pemerkosaan terhadap siswi SMP di Situbondo.

"Memang sampai saat ini tidak menyebut nama media. Kebetulan yang menulis juga kontributor kami dan ada media satu lagi. Jurnalis kami, memberitakan bukan berdasarkan opini, tapi konfirmasi yang mengacu pedoman pada kode etik jurnalistik dan ada komentar pihak berwajib di situ," tegas Nanang saat dikonfirmasi lewat sambungan selulernya, (20/01/2020).

Pria yang saat ini aktif di organisasi advokat Peradi ini mengingatkan, jika ada upaya tuduhan mengarah kepada media suaraindonesia.co.id tanpa dasar yang kuat, pihaknya dan beberapa penasihat hukum lain akan mengambil langkah terukur.

"Kita lihat saja, kami juga menunggu. Kalau nanti mencatut nama media kita (suaraindonesia.co.id) tanpa bukti, akan beresiko hukum. Media kami adalah media nasional berjaringan di seluruh Indonesia dan sudah Terverifikasi di Dewan Pers, kami punya kantor dan bukan media abal-abal, silahkan cek," ungkapnya.

Selain itu, imbuh Nanang, terkait yang bersangkutan seperti menuduh melalui satu media cetak yang menyebut ada dua orang wartawan memanfaatkan situasi, pihaknya mendukung pengacaranya tersebut untuk segera melaporkan.

"Jika memang benar, laporkan saja ke aparat penegak hukum. Jangan terkesan membuat isu yang akhirnya menimbulkan opini negatif kepada publik terhadap profesi wartawan. Marilah kita menghargai azas Presumption of Innocence," tegas Nanang.

"Bagi kami jika tuduhan itu dialamatkan pada kami saya rasa kurang beralasan. Sebab pihak management perusahaan sudah memikirkan kesejahteraan mereka, termasuk asuransi kesehatan dan ketenagakerjaannya," imbuhnya.

Sementara CEO suaraindonesia.co.id Imam Hairon mengatakan, bahwa pihaknya dengan pihak redaksi sudah melakukan kajian terhadap karya jurnalistik yang dihasilkan oleh kontributor Situbondo.

"Secara konteks jurnalistik, yang ditulis masih dugaan tidak ada tuduhan. Bahkan disitu ada upaya menghubungi pihak yang berkepentingan dalam hal ini pihak Humas Polres Situbondo," lugas Imam.

Salah satu pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Timur ini juga menyebut, perusahaan yang dia pimpin selama ini masih belum pernah melakukan tindakan melawan hukum.

"Karena kami seleksinya cukup ketat. Salah satunya, minimal harus sarjana atau berpengalaman. Sampai saat ini 70 % wartawan kami sudah lulus uji kompetensi wartawan di Dewan Pers," tegas Imam.

Dengan gamblang Imam juga menyampaikan, untuk kontri di daerah sendiri sudah ada General Manager (GM) wilayah sebagai penanggungjawab.

"Artinya kontri kami sudah memiliki penanggungjawab di daerah. Dan sudah banyak tergaji UMK. Kecuali, yang masih magang dan uji coba," lugas imam.

Imam berharap, jika ada pihak-pihak yang merasa dirugikan terhadap pemberitaan untuk segera meminta hak jawab.

"Itu hak narasumber. Itu kan sudah diatur dalam UU Pers dan kode etik jurnalistik, kami terbuka. Kan ada nomor kontak redaksi silahkan minta hak jawab, alamat kantor kami juga jelas" pungkasnya.


Kontributor : Asikin
Editor : Aji Susanto
Publisher : Arifin
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar