default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Ponpes Genggong Probolinggo Gelar Ngaji Tani Akbar, Ini Yang Akan Dibahas

Ponpes Genggong Probolinggo Gelar Ngaji Tani Akbar, Ini Yang Akan Dibahas
Tokoh
Foto Kolase. Persiapan Ngaji Tani Akbar dan Munas Santri Tani Nusantara di Ponpes Genggong Probolinggo.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

PROBOLINGGO - Pekan mendatang, tepatnya hari Sabtu-Minggu (25-26/01/2020), ribuan santri, pakar pertanian dan sejumlah komunitas tani Indonesia, akan berkumpul membahas seputar masalah pertanian, di Pondok Pesantren (Ponpes) Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

Pembahasan masalah pertanian itu, dikemas dalam 'Ngaji Tani Akbar dan Munas Santri Tani Nusantara' yang diinisiasi oleh pengasuh muda Ponpes Genggong, Gus dr. Moh. Haris Damanhuri. 

Ngaji Tani Akbar itu, ujar Gus Haris, digelar untuk membuka wawasan, peluang, dan harapan baru kaum tani dan masyarakat pondok pesantren, sebagai pusat kajian dan transformasi ilmu pengetahuan, berlandaskan faham keagamaan. 

“Harapannya ada peningkatan sumber daya lokal bidang pertanian, peternakan, perhutanan dan perkebunan. Silaturrohim antara petani dan pakar pertanian dengan dunia pesantren ini, sebagai implementasi dalam mewujudkan ketahanan pangan Indonesia," tuturnya, Selasa (21/01/2020).

Ngaji Tani dan Munas Santri Tani Nusantara itu, akan terbagi dalam empat sesi. Sesi pertama berupa Ngaji Tani Akbar dalam format diskusi panel, dilanjut sesi kedua Musyawarah Nasional Santri Tani Nusantara (Munas STN).

“Selain dua sesi itu, ada juga Sholawat Muhammad dan Muktamar Kopi Pesantren,” kata Gus Haris, pengasuh muda Ponpes Genggong yang juga dokter ini.

Gus Haris menambahkan, kaum ‘alim’ pertanian dengan pesantren sebagai benteng pertahanan umat, dapat berkolaborasi untuk melakukan pemberdayaan pertanian sebagai ibadah sosial.

Pesantren, disebutnya harus bisa bicara tentang kitab tani dan kitab koperasi atau jamaah produksi dari perspektif nilai-nilai agama.

“Pesantren didesain untuk kemajuan umat dalam mengisi kekosongan model pendekatan bertani hari ini. Munas ini sebagai forum bahsul masail, urun rembuk bab pertanian terpadu dan melakukan ijtihad, mencari formulasi terbaik model bertani kekinian sebagai manhaj bertaninya kaum santri tani nusantara," imbuhnya

Kegiatan tersebut, dijadwalkan akan dihadiri oleh Menteri Pertanian, Menteri Desa dan Gubernur Jawa Timur.

Sejumlah pakar pertanian, gapoktan, petani dan pesantren, juga akan melibatkan kelompok peternakan, tani hutan dan mahasiswa. 

“Organisasi kepemudaan dan masyarakat umum juga akan hadir semua disini," tutup Gus Haris. 


Kontributor : Luthfi Hidayat
Editor : Imam Hairon
Publisher : Arifin
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar