default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Sentra Batik Tulis Lumbung Bondowoso, Mulai Lesu

Sentra Batik Tulis Lumbung Bondowoso, Mulai Lesu
Ekonomi
Siti Nur Halima, Pembatik di Dusun Lumbung, Desa Sukosari, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowowoso Jawa Timur
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

BONDOWOSO - Sentra batik tulis yang berada di Dusun Lumbung, Desa Sukosari, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso Jawa Timur mulai lesu.

Seperti yang disampaikan pendiri Batik Lumbung bernama Juhari (56) saat dikonfirmasi di kediamannya, Senin (26/01/2020).

Kata Juhari, sebelumnya batik yang ia geluti mampu menyerap lapangan pekerjaan sebanyak 25 orang. Saat ini, hanya tersisa  7 orang saja.

Itu pun, diakui Juhari tidak bisa dipastikan bekerja setiap hari. Hanya menunggu pesanan saja..

Juhari juga menceritakan, bahwa sebelumnya Batik Lumbung sempat menjadi icon kebanggaan Bondowoso.

"Dulu dibeli banyak, dipakai sebagai seragam di salah satu dinas. Sekarang, tidak ada sama sekali. Kami garap kalau ada pesanan saja," ucapnya dengan nada lesu.

Pria dua orang anak ini dengan nada memelas menyampaikan, salah satu faktor penyebab lesunya batik miliknya karena beberapa faktor.

"Kurangnya modal, sulitnya permintaan pasaran dan kurang keterlibatan dari pemerintah memberikan suport," sebutnya.

Diakuinya, selama ini pemerintah pernah hanya pernah memberikan bantuan pada tahun 2013 saja, berupa alat.

"Sampai hari ini tidak ada sama sekali. Minimal batik kami dibanggakan lah, karena ini batik asli Bondowoso," lugasnya.

Tanpa rasa sungkan, Juhari mengakui, selama ini untuk permodalan dia pinjam dari koperasi dan bank agar usahanya bisa jalan.

"Namanya juga ke bank, tidak nutut sama bunganya. Buat bayar karyawannya saja sudah alhamdulillah," bebernya.

Sementara salah seorang pembatik Lumbung, Siti Nur Halimah bernada sama. Beberapa tahun belakangan sangat merasakan sepi usaha batik.

"Seminggu kadang hanya sekali. Kalau dulu hampir tiap hari kerja.Harapan saya pemerintah turun tangan, ini batik kebanggaan Bondowoso. Jangan sampai tutup," pintanya.

Simak video berikut:


Kontributor : Bahrullah
Editor : Imam Hairon
Publisher : Arifin
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar