default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Harga Cabai Rawit Terus Melonjak

Harga Cabai Rawit Terus Melonjak
Ekonomi
Pedagang cabai rawit di pasar gresik, Jawa Timur
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

GRESIK - Harga cabai rawit di sejumlah pasar gresik terus melonjak. Berdasarkan data Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik cabai rawit mencapai Rp 75 ribu dan cabai besar Rp 65 ribu.

Sementara harga cabai di pasar Bawean melonjak drastis. Bahkan harga jualnya tembus hingga Rp 100 ribu per kilogram. Hal itu disebabkan karena berkurangnya stok cabai dan biaya transportasi dari Gresik menuju Bawean.

"Mungkin karena sering hujan dan biaya angkut kapal Gili Iyang dari Gresik ke Bawean. Jadi harganya semakin mahal," ujar Sa'adah, pedagang cabai rawit di Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Selasa (28/1/2020).

Sa'adah mengatakan, dirinya menjadi pedagang cabai rawit di pasar Daun sejak beberapa tahun silam. Kenaikan harga cabai dirasakan sejak awal tahun 2020. "Karena di Jawa harganya melonjak maka berdampak pada daerah lain," imbuhnya.

Hal yang sama juga terjadi di Pasar Tambak. Namun, harga cabai di pasar itu Rp 90 ribu per kilogramnya. Dampaknya banyak pembeli yang mengurangi konsumsinya. 

Kepala Diskoperindag Kabupaten Gresik Agus Budiono menyampaikan, data yang diperoleh di lapangan harga jual cabai rawit paling mahal hanya Rp 75 ribu per kilogram. Jika di Bawean menurtunya banyak warga yang sudah menanam cabai sendiri.

"Kalau harganya Rp 80 ribu per kilogramnya mungkin iya. Tapi gak sampai Rp 100 ribu," ungkap Agus Budiono.


Kontributor : Syaifuddin Anam
Editor : Imam Hairon
Publisher : Arifin
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar