default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Pilu, Janda Kurang Mampu di Probolinggo Hidupi Tiga Anaknya yang Difabel

Pilu, Janda Kurang Mampu di Probolinggo Hidupi Tiga Anaknya yang Difabel
Sosial
Janda Kurang Mampu Dengan Tiga Anak Difabel, Mendapat Bantuan Dana Dari Perwakilan Jurnalis Probolinggo
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

 

PROBOLINGGO - Seorang janda kurang mampu, Juama (55), warga Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, harus menghidupi diri dan ketiga anaknya yang difabel sendirian.

Setiap hari Juama hanya mengandalkan uluran tangan tetangga sekitar, untuk menyambung hidup. 

"Saya ga bisa kerja, anak-anak yang cacat (Difabel-red). Saya harus merawat mereka setiap hari," ujar Juama, lirih, Selasa (11/02/2020).

Kisah pilu itu, menurut cerita Juama, terjadi setelah suaminya, Madrai, pergi meninggalkannya dan ketiga anaknya.

Sang suami pergi setelah Juama melahirkan putra keempatnya, Juari, sekitar 30 tahun lalu. Juari sendiri terlahir dalam kondisi buta.

"Suami saya pergi sama selingkuhannya. Saya dan anak-anak ditinggal, mulai saat itu saya berjuang sendiri menghidupi anak-anak," katanya, sambil menyeka air mata.

Selain harus bertahan hidup untuk makan, derita Juama bertambah saat rumah sederhana yang ditempatinya mulai rusak. Ia pun menumpang di rumah putri sulungnya, Hosnanik yang sedang di perantauan.

Kondisi Hosnanik yang telah berkeluarga di perantauan, juga tak seberapa beruntung. Hidupnya yang pas-pasan memaksanya harus pulang ke Probolinggo dan menempati rumah yang tinggali ibu dan adik-adiknya.

"Sebentar lagi anak pertamanya pulang dan menetap disini. Ga tau dia harus tinggal dimana lagi, rumahnya tak layak," ucap Seninya, tetangga Juama.

Juama menyebut sempat menerima bantuan kambing dan beras dari pemerintah desa. Karena tidak ada yang mencari rumput untuk pakan, kambing itu pun dijualnya.

"Ga ada yang cari rumput, Saya jual. Hasilnya buat makan," kata Juama

Begitu mengetahui ada warga kurang mampu dengan kondisi memprihatinkan. Perwakilan Jurnalis dan sebuah perusahaan pengolahan oli bekas PT. Berdikari Jaya Bersama (BJB) di Kota Probolinggo, langsung mengucurkan dana Coorporate Social Responsibility (CSR), untuk meringankan beban keluarga kurang mampu itu.

"Terima kasih para wartawan sudah mengajak serta kami untuk membantu warga kurang mampu," kata CEO PT. BJB,  Yuwie Santoso, singkat.

Kondisi Juama yang memprihatinkan, semakin terjepit saat keluarga tidak mampu dengan ketiga anaknya yang difabel, justru tidak tersentuh bantuan pemerintah.


Kontributor : Luthfi Hidayat
Editor : Nanang Habibi
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar