Terlilit Hutang Rentenir, Alasan Sang Eksekutor Nekat Habisi Mertua Sekda Lamongan

Terlilit Hutang Rentenir, Alasan Sang Eksekutor Nekat Habisi Mertua Sekda Lamongan
Peristiwa Daerah
Kapolres Lamongan AKBP Harun mengintrogasi tersangka Imam Winardi

LAMONGAN - Terlilit hutang puluhan juta rupiah pada rentenir menjadi alasan utama Imam Winarto nekat menghabisi nyawa Rowani (68), dengan sadis. 

Pria asal Desa Tunjungmekar, Kecamatan Kalitengah tersebut tergiur dengan iming-iming upah Rp. 200 juta dari tersangka Sunarto (aktor), jika ia berhasil membunuh seorang nenek yang diketahui menjadi mertua Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lamongan Yuhronur Efendi.

Kapolres Lamongan AKBP Harun didampingi Kasatreskrim AKP David Manurung dan Kasubbag Humas AKP Djoko Bisono dalam konferensi pers, Selasa (11/2), menerangkan, akhirnya tersangka tergiur bayaran besar tersebut. 

 "Berdasarkan hasil penyidikan, alasan tersangka membunuh korban karena butuh uang untuk membayar hutang ke rentenir yang mencapai 90 juta," kata Alumnus Akademi Kepolisian 2001 ini.


Harun menambahkan, setelah berhasil melakukan pembunuhan, ternyata tersangka tidak kunjung diberikan upah yang dijanjikan, hingga akhirnya dia harus mendekam di balik jeruji besi dengan ancaman seumur hidup.

 "Sampai saat ini tersangka Imam hanya diberikan uang muka Rp. 200 ribu, saat pertama menggelar pertemuan antara tersangka Imam dan tersangka Sunarto sebelum eksekusi dilakukan," tambahnya


Kedua tersangka diamankan di tempat berbeda, namun masih dalam wilayah yang sama, yaitu Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan.


Seperti diketahui pembunuhan mertua terjadi pada 3 Januari 2020 malam. Saat dibunuh korban sedang melaksanakan ibadah salat maghrib di Musola rumahnya di Dusun Glogok, Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng


Kontributor : M Nur Ali Zulfikar
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar