default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Percobaan Penculikan Anak Resahkan Warga Probolinggo

Percobaan Penculikan Anak Resahkan Warga Probolinggo
Peristiwa Daerah
Ilustrasi
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

PROBOLINGGO - Sebuah pesan chat berisi laporan dugaan percobaan penculikan anak dibawah umur, beredar luas di Kabupaten Probolinggo. Warga pun resah terkait kebenaran pesan berantai itu.

Dalam pesan yang beredar di grup WhatsApp itu, tertulis percobaan penculikan anak dibawah umur atas korban, CM (13), seorang siswi SD di Kecamatan Kraksaan. 

Kronologi kejadian dilaporkan korban CM hendak berangkat sekolah berjalan kaki, pada Rabu pagi (12/02/2020) sekira pukul 06.30 WIB.

Sesampainya di depan gudang tembakau di Jl. Argopuro, Kelurahan Kandangjati Kulon, Kraksaan, korban dipepet minibus warna hitam.

Lalu seorang pria berbadan gemuk turun dari mobil dan memegang tangan korban.

Terduga pelaku mengiming-imingi korban dengan sebatang coklat, namun korban menolak dan menggigit tangan pelaku.

Korban juga menginjak kaki pelaku dan lari ke area sekolah, lalu melapor kepada wali kelasnya.

Pihak sekolah bersama orang tua korban, selanjutnya melaporkan kejadian percobaan penculikan itu ke Polsek Kraksaan.

Kapolsek Kraksaan, Kompol. Sujianto, membenarkan kejadian dugaan percobaan penculikan anak dibawah umur tersebut.

Kepolisian hingga kini terus menelusuri keberadaan terduga pelaku.

"Benar, kejadian tadi pagi. Kami mendapat laporan keluarga korban," kata Kompol Sujianto.

Terkait kejadian dugaan percobaan penculikan itu, Kompol. Sujianto meneruskan, Kepolisian meminta warga tidak panik. Sebab aparat telah melakukan upaya pengejaran terduga pelaku.

"Kami imbau warga tidak panik, namun tetap waspada. Untuk itu, jangan pernah biarkan anak-anak berangkat sendiri ke sekolah. Harus diantar," jelasnya.

Beredarnya pesan berantai laporan percobaan penculikan itu di media sosial, membuat warga Probolinggo resah. seperti yang dirasakan Jamilah, warga Desa Kedungcaluk, Kecamatan Krejengan, Probolinggo.

Jamilah langsung menghubungi keluarga korban yang juga teman dekatnya. Ia mendapatkan kepastian tentang kebenaran percobaan penculikan itu dari orang tua korban.

"Setiap orang tua pasti resah mas. Apalagi cucu-cucu saya sekolah di Kraksaan. Saya sampai stres mendengar kejadian itu," ujarnya.


Kontributor : Luthfi Hidayat
Editor : Imam Hairon
Publisher : Arifin
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar