default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Nestapa Dua Bersaudara Alami Lumpuh dan Buta Selama 20 Tahun

Nestapa Dua Bersaudara Alami Lumpuh dan Buta Selama 20 Tahun
Sosial
Kondisi Muhamad dan Yani warga Desa Karang Paiton, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember Jawa Timur
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

 


JEMBER - Dua bersaudara Muhamada (20) dan Yani (25) warga miskin Desa Karang Paiton, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember Jawa Timur mengalami kebutaan, lumpuh dan keterbelakangan mental.

Keluarga kecil ini, tinggal di sebuah rumah yang terbuat dari anyaman bambu dan kayu yang kondisinya sangat memprihatinkan, kalau hujan bocor.

Kedua anak itu, hanya bisa terbaring dan duduk di atas ranjang, tanpa bisa berbuat apa-apa selama 20 tahun lebih.

Tubuhnya terlihat sangat kurus, sehingga kerangka tulang sangat terlihat saat nereka tidak mengenakan baju.

Ditemani ibu tercintanya bernama Iya (60) mereka melalui kehidupan dengan serba kekurangan.

Maklum saja, Iya hanya bekerja sebagai buruh serabutan dan menunggu belas kasihan tetangga sekitar.

Meskipun begitu, Iya tidak pernah mengeluh kepada tetangganya apa yang dialami oleh kedua anaknya.

Hanya bermodal pasrah dan sabar saja. Setiap kedua buah hatinya menangis dan merintih kesakitan.

"Saya tidak punya uang untuk berobat, buat makan saja susah. Anak saya hanya sakit gigi," ungkap Iya menjelaskan, Kamis (13/02/2020).

Iya hanya bisa menangis dan tidak bisa bersuara, saat ditanyakan lebih jauh tentang kondisi ekonomi keluarganya.

Wakil ketua Musyawarah Wakil Cabang NU Ledokombo, Ali Rahmatullah mengaku prihatin kondisi kedua anak itu.

Ali berkomitmen, akan menceritakan kondisi anak tersebut kepada seluruh pengurus NU di Kscamatan Ledokombo agar bisa berpikir bagaimana kedua anak tersebut tertangani.

"Andaikan bisa diobati secara medis, kita ingin warga Nahdliyin juga berpartisipasi, misalkan untuk makannya, atau kebutuhan sehari-harinya," ungkapnya.

Ali berharap, stake holder terkait bisa bersinergi bagaimana bisa terus memberikan bantuan kepada kedua anak itu secara berkala.

Sementara Ketua BPD Karang Paiton, Rosidi membenarkan kondisi kedua anak itu.

Kata dia, saat ini yang paling sangat dibutuhkan adalah bagaimana punya biaya perawatan dan makan sehari-hari.

"Kami berharap pemerintah atau donatur, bisa minimal meringankan beban makannya. Kasihan ibunya nuga sudah kurang sehat," harapnya.

Simak video berikut:


Kontributor : Asikin
Editor : Aji Susanto
Publisher : Arifin
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar