default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Mahasiswa Asal Lamongan Masih Tertahan di Wuhan

Mahasiswa Asal Lamongan Masih Tertahan di Wuhan
Internasional
Mustain menunjuk foto Humaidi
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

LAMONGAN - Harusnya sudah pulang ke Indonesia bersama 238 warga Indonesia lainnya dan mendarat di Bandara Hang Nadiem, Batam, Kepulauan Riau, (2/2/2020). Humaidi Said mahasiswa asal Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan masih tertahan di Kota Wuhan Tiongkok.

Setelah melakukan persiapan untuk pulang ke tanah air dan menjalani pemeriksaan kesehatan di Bandar Udara Internasional Tianhe, Tiongkok. Humaidi dinyatakan tidak bisa pulang ke Indonesia lantaran menderita sakit batuk dan flu. 

"Sudah datang dan mau berangkat ke Indonesia tapi tidak diperbolehkan karena batuk dan flu," kata Mustain Kepala Desa Payaman, Sabtu (15/2).

Saat keluarga menghubungi via telfon, Humai mengaku hanya mengalami sedikit flu dan batuk lantaran kondisi cuaca di Wuhan yang kurang mendukung. 

"Hampir setiap hari anggota keluarga, selalu menanyakan kondisi Humaidi melalui sambungan telepon. Dan ia mengaku keadaan sehat dan bisa menjalani aktivitas sehari-hari di dalam asrama tempatnya tinggal," jelasnya

Orang tua Humaidi, dan anggota keluarga lainnya juga terus merasa cemas dan sangat khawatir akan nasib anaknya yang masih tertahan di Wuhan.

 "Ya mau berbuat apa lagi mas keluarga hanya bisa berdoa saja dan semoga wabah virus corona bisa segera ditangani," ujar Kepala Desa yang masih paman Humaidi.

Anak dari pasangan suami istri almarhum Muhammad Lazim dan Ibu Mitroatin itu sudah menempuh studi strata 2 di Wuhan selama 4 tahun.  

 "Bapaknya sudah lama meninggal dunia sedangkan ibunya bekerja jualan kain dan dia anak paling tua dari dua bersaudara. Harapan kami dan keluarga agar Humaidi bisa segera pulang serta kumpul keluarga," pungkasnya.


Kontributor : M Nur Ali Zulfikar
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar