default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Atasi Banjir, Bupati Gresik Segera Normalisasi Kali Lamong

Atasi Banjir, Bupati Gresik Segera Normalisasi Kali Lamong
Peristiwa Daerah
Rapat koordinasi Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Wakil Bupato Moh Qosim, Ketua DPRD Gresik Fandi Ahmad Yani dan Ketua Komisi-komisi serta kepala OPD di Ruang Graita Eka Praja
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

GRESIK - Bencana banjir tahunan akibat luapan Kali Lamong segera teratasi. Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto, akan memulai normalisasi Kali Lamong tahun ini. Keputusan ini diambil setelah Bupati berkoordinasi dengan para Wakil Rakyat di Ruang Graita Eka Praja, Senin (17/2/2020).

Bupati yang didampingi oleh Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim beserta para Kepala OPD dengan Ketua DPRD Gresik, Fandi Ahmad Yani serta para Ketua Komisi yang hadir menyepakati keputusan tersebut. Bupati berharap kegiatan ini harus segera dimulai dan dilaksanakan.

"Tahun ini Harus ada titik tertentu yang harus dibangun. Jangan sampai dana itu kembali dalam bentuk silpa. Makanya saya butuh kepastian kepada Pemerintah pusat tentang normalisasi Kali Lamong tersebut. Berapa meter yang harus dilebarkan dan berapa meter yang harus didalamkan," kata Bupati Sambari.

Bupati juga berharap, jangan sampai air itu malah ngantong di wilayah Gresik, dirinya meminta agar ketinggiannya juga diusulkan kepada pemerintah pusat yang berwenang dalam pelaksanaan pembangunannya.

Terkait tugas Pemkab Gresik untuk menyiapkan lahan, Bupati mengaku bahwa pihaknya sudah menyiapkan data sejak lama. Tapi belum ada data Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP).

"Dinas PUTR sudah punya data konkrit tentang Kali Lamong. Namun demikian masih butuh disempurnakan agar lebih valid, luasnya 149 hektar. Tim larap ini akan mendata kembali titik-titik mulai dari wilayah Kecamatan Balongpanggang sampai Kecamatan Kebomas. Gambaran harga diserahkan aprasial namun belum ada titik temu," papar Sambari.

Ditambahkan, bahwa total panjang Kali Lamong 103 km, dan yang melintasi wilayah gresik 50,7 km. Kali Lamong melintasi beberapa wilayah kecamatan di Gresik yaitu mulai dari Kecamatan Balongpanggang, Menganti, Kedamean, Benjeng, Cerme, hingga Kebomas.

Bupati Sambari juga mengaku bahwa sudah ada kesanggupan dari Asosisiasi Kepala Desa (AKD) di wilayah Kali Lamong untuk mendukung dalam pelaksanaan normalisasi Kali Lamong sesuai Perpres Nomor 80 Tahun 2019.

Semua kretek desa tanah yang melintasi Kali Lamong tersebut sudah dikumpulkan oleh Kades. Bahkan beberapa kades sudah menyatakan kesanggupan untuk mendukung kelancarannya dengan menyiapkan tanah kas desa yang ada.

"Kami akan laksanakan secepatnya. Study LARAP usai pada bulan September-Oktober 2020 dan pada Nopember-Desember 2020 kami laksanakan pembebasan tanah. Kami berharap pembebasan itu bisa dilaksanakan dengan dana sharing 25% Pemkab Gresik, 35% Pemprov Jawa Timur dan 40% Pemerintah Pusat," harapnya.

Selain study larap, pada tahun 2020 ini Pemkab Gresik juga akan membangun tanggul Kali Lamong antara Desa Jono-Desa Tambakberas yang kurang lebih sepanjang 1 km. Dananya Rp 15,52 miliar, dan Pemkab Gresik hanya menyiapkan tanahnya saja.

Sementara ketua DPRD berharap agar pada tahun 2020 ini ada langkah konkrit terkait progres. Pihaknya juga menyatakan siap untuk menganggarkan kebutuhannya.

"Tolong dikerjakan mana yang harus didahulukan, tentunya sesuai teknis. Untuk pekerjaan tahun 2021 pada RKPD tahun ini akan kita bahas, dan pertemuan ini tak hanya sekali ini saja. Yang dibebaskan lebih dulu adalah yang kita butuhkan terlebih dahulu,” tandas Yani. (Adv)


Kontributor : Syaifuddin Anam
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar