default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Dua Pencuri Kayu Perhutani Lamongan Keok Di Tangan Polisi

Dua Pencuri Kayu Perhutani Lamongan Keok Di Tangan Polisi
Peristiwa Daerah
Kasatreskrim Polres Lamongan AKP David Manurung memimpin konferensi pers
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

LAMONGAN - Mono (60) dan Mulyadi (50) warga Dusun Sumbergurit, Desa Sumberdadi Kecamatan Mantup keok di cokok polisi saat kepergok melakukan penebangan Kayu jati dikawasan hutan secara tidak sah milik Perhutani wilayah setempat.

Kasatreskrim Polres Lamongan AKP David Manurung didampingi Kasubbag Humas AKP Djoko Bisono dan Kanit Reskrim Polsek Mantup Ipda Tulus dama konferensi pers, Jumat (21/2) siang, menjelaskan, penangkapan berhasil dilakukan saat petugas kepolisian melakukan patroli di wilayah sekitar hutan.

"Jadi kronologinya pada hari Jumat 07 Februari 2020 sekitar pukul 03.00 dinihari, kedua masuk ke dalam hutan di Petak 50i RPH Babatan BKPH Mantup di Dusun Sumbergurit Desa Sumberdadi," jelasnya

Kedua tersangka, kemudian melakukan penebangan dua pohon kayu jati dengan menggunakan gergaji yang sudah disiapkan, dan dipotong menjadi beberapa bagian, dalam berbagai macam ukuran. Selanjutnya sekitar pukul 07.30, kedua tersangka memikul kayu jati tersebut untuk di bawa ke rumahnya," sambung Alumnus Akademi Kepolisian 2010 ini.

David menegaskan, setelah itu anggota Polsek Mantup yang sedang patroli mendapati dua orang tersangka tersebut sedang memikul kayu hasil tebangan dalam berbagai ukuran, dari dalam hutan.

"Kemudian dilakukan interogasi, kedua tersangka mengaku telah melakukan penebangan kayu di petak 50i RPH Babatan," tegasnya 

Setelah terbukti bersalah, jelas David, tersangka dan barang bukti lima batang kayu Jati dalam bentuk bulat glondongan dalam berbagai ukuran dibawa ke Polsek Mantup untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Tersangka dijerat sesuai dengan pasal setiap orang dilarang melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan secara tidak sah dan atau setiap orang dilarang memuat, membongkar, mengeluarkan, mengangkut, menguasai, dan atau memiliki hasil penebangan dikawasan hutan tanpa izin.

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf (c) dan (d) Jo Pasal 82 dan atau pasal 83 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan perusakan hutan.

 "Ancaman hukuman pidananya paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun penjara, serta pidana denda paling sedikit Rp. 500 juta dan paling banyak Rp. 2,5 milliar," pungkas mantan Kasatreskrim Polres Bangkalan ini. 


Kontributor : M Nur Ali Zulfikar
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar