default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Renovasi Swadaya, Rumah Warga Kurang Mampu di Probolinggo Akhirnya Layak Huni

Renovasi Swadaya, Rumah Warga Kurang Mampu di Probolinggo Akhirnya Layak Huni
Sosial
Rumah Warga Kurang Mampu, Sambang (50), Rusak Parah Sebelum Direnovasi. (Insert. Layak Huni Usai Direnovasi Secara Swadaya).
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

PROBOLINGGO - Setelah dilakukan renovasi secara swadaya oleh warga, Babinsa Kelurahan Sumbertaman dan dana CSR PT. Berdikari Jaya Bersama (BJB), rumah milik Sambang (50) akhirnya layak huni.

Sebelumnya rumah warga kurang mampu di Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo itu, rusak parah setelah diguyur hujan deras disertai angin kencang.

Sebagian atap dapur rumah itu ambruk, sementara bagian depannya reyot. Pemilik rumah akhirnya ditampung sementara ke rumah kerabatnya, agar rumah itu dapat diperbaiki.

Sebagian pendanaan renovasi total rumah tak layak huni itu, hasil patungan Babinsa dan warga Kelurahan Seumbertaman.

Sedangkan kekurangannya menggunakan dana CSR perusahaan pengolahan oli bekas, PT. Berdikari Jaya Bersama (BJB) yang berada tak jauh dari lokasi.

Pemilik rumah, Sambang, menyebut ia hanya mengeluarkan dana pribadi sebesar 1 juta rupiah. Sedangkan sisanya murni dana bantuan warga, Babinsa dan PT. BJB.

"Kalau ga dibantu yang lain, saya ga tau mau tinggal dimana," katanya, Senin (24/02/2020).

Sambang dan istrinya, Sumi Astina, hanya beberja serabutan. Penghasilannya hanya untuk biaya hidup sehari-hari.

"Uang dari mana buat perbaiki rumah. Pekerjaan kami tidak menentu," imbuhnya.

Ketua RW setempat, Abdul Kholik, mengatakan sudah mengajukan rehabilitasi rumah Sambang saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2017, namun hingga saat ini tak ada respon. 

“Tahun ini tidak ada bantuan perbaikan rumah Sambang. Kalau dibiarkankan tambah rusak, akhirnya kami mita bantuan ke yang lain,” katanya. 

Sementara Manager Produksi PT. BJB, Min Kiet, menyatakan perusahaannya tidak langsung membantu renovasi, tetapi cek dulu di lapangan. 

“Kami tidak melangkahi pemerintah, kami berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Karena belum masuk bantuan dari pemerintah, ya akhirnya kami bantu,” katanya. 

Pertimbangan lainnya, bersama warga sekitar perusahaan pengolahan oli bekas itu berkomitmen, untuk bersama-sama mensejahterakan masyarakat.

“Kami tidak hanya membantu bapak Sambang, selama kita bisa membantu ya kita bantu. Kami berfikir sisi kemanusiaannya saja.” tutup Min Kiet.


Kontributor : Luthfi Hidayat
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar