default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Begini kronologi penggrebekan Suami Jual Istri Untuk Foursome di Tuban

Begini kronologi penggrebekan Suami Jual Istri Untuk Foursome di Tuban
Peristiwa Daerah
Pelaku tertunduk lesu saat diseret petugas untuk dimasukan ke sel tahanan
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

TUBAN - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tuban berhasil mengungkap kasus prostitusi online yang dilakoni pasangan suami istri (pasutri) asal Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Dalam menjalankan bisnisnya, Ardian Erga Mardani (28), menggunakan aplikasi Twitter dengan nama akun "pasutri solo" yang menampilkan gambar kemolekan tubuh sang istri S (23) berikut nomor WhatsApp.

Tak tanggung-tanggung, pelaku menjual istrinya untuk dinikmati orang lain secara bersama-sama ini dengan tarif Rp1,5 hingga Rp6 juta per sekali Booking Out (BO). Namun naas, setelah sembilan kali malang melintang mengedarkan istrinya di sejumlah kota, palaku akhirnya dapat diringkus di salah satu hotel di Kabupaten Tuban.

Kapolres Tuban, AKBP Ruruh Wicaksono menuturkan, penggrebekan kasus prostitusi online ini bermula dari informasi masyarakat, bahwa ada tindakan asusila disebuah hotel. Kemudian polisi melakukan penyelidikan dengan target yang telah ditetapkan.

"Para pelaku memang sudah check-in di Fave Hotel Tuban dengan nomor kamar 211" jelas AKBP Ruruh saat press release di Mapolres, Jumat, (20/03/2020).

Polisi yang datang kemudian melakukan koordinasi dengan pihak hotel untuk memastikan para pelaku benar-benar berada didalam kamar.

Setelah dilakukan pengintaian, tak lama berselang ada dua orang laki-laki yang juga masuk didalam kamar tersebut. Saat dilakukan penggrebekan, terdapat tiga orang laki-laki dan satu orang perempuan dengan kondisi telanjang.

"Saat ditemukan didalam kamar, para pelaku ini dalam kondisi telanjang, dan langsung diamankan di Mapolres untuk dimintai keterangan," ungkap mantan Kapolres Madiun.

Dihadapan awak media, pelaku mengaku telah sembilan kali melakukan transaksi diberbagai kota, masing-masing di Jakarta, Solo, dan di Tuban. Tarif yang ditawarkan pun bervariatif sesuai kesepakatan.

"Kalau sudah sepakat dengan harganya, kami minta berapa persen uangnya untuk ditransfer ke ATM. Uang itu kita gunakan untuk ongkos transportasi dan biaya hotel," terang Ardian Egra sambil tertunduk malu saat digelandang petugas.

Pelaku berdalih tidak pernah memaksa istrinya untuk melakoni bisnis lendir tersebut. Namun karena faktor ekonomi dan keinginannya melakukan fantasi seksualnya akibat seringnya menonton video porno.

"Selain mencari fantasi seks, kami juga belum punya anak selama dua tahun menikah," pungkasnya.

Selain ke empat pelaku yang telah diamankan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Meliputi uang tunai, ATM, handphone, buku nikah, satu kotak alat kontrasepsi (Kondom) dan berbagai alat bukti lainnya.

Simak video berikut:


Kontributor : Achmad Junaidi
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar