default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Bondowoso Waspada Corona!! Sosial Distance dan Edukasi masyarakat

Bondowoso Waspada Corona!! Sosial Distance dan Edukasi masyarakat
Suara Pembaca
Gambar Ilustrasi (Dodi Budiana/ Tim Creative Suara Indonesia)
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60


Oleh: Fita Erviana Sinta S.pd

Rabu 11 Maret 2020 melalui Juru Bicara Penanganan Corona Achmad Yurianto, Pemerintah Indonesia secara resmi menyatakan penyebaran virus corona sebagai bencana nasional. Hingga Rabu (18/3/2020) Angka pasien positif Covid-19 di Indonesia mencapai 227 kasus dengan 19 kematian dan 11 pasien sembuh.  

Dilansir dari Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, terdapat dua kota di Jawa Timur yang saat ini sudah berstatus zona merah virus corona baru (COVID-19). "Surabaya dan Malang raya sudah ada yang positif (corona) sehingga masuk dalam kategori zona merah," ujar dia di Surabaya, Jumat, 20 Maret 2020. Disisi lain presentase kematian Indonesia cukup tinggi yaitu mencapai 8,37 persen, melebihi Italia  8,34 persen.

Sejauh ini salah satu kebijakan nasional yang diberlakukan negara untuk mengurangi penyebaran Covid19 adalah sosial distance. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar masyarakat melakukan social distance guna mencegah penularan virus corona atau COVID-19. Hal itu disampaikan Jokowi pada Minggu (15/3/2020) kemarin.

"Saat ini yang penting social distance, menjaga jarak. Dengan kondisi itu, kita kerja dari rumah, belajar dan ibadah di rumah,"jelas dia. Sayangnya kebijakan sosial distance tidak serentak disambut masyarakat. Kesadaran masyarakat yang rendah, kurangnya sosialisasi dari negara justru himbauan Belajar dan bekerja dari rumah dijadikan momen berlibur bersama keluarga. Terbukti pusat-pusat perbelanjaan dan tempat wisata tak sepi pengunjung.

Langka Bondowoso Menyambut Sosial Distance
Seruan sosial distance dari pemerintah pusat disambut hangat oleh pemerintah Bondowoso. Bupati Bondowoso KH. Salwa Arifin mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan maupun mendatangi kegiatan dengan melibatkan orang banyak atau secara massal. Untuk kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintahan atau masyarakat yang menghadirkan banyak massa agar ditunda sampai dengan tanggal 29 Maret 2020, atau menunggu kebijakan lebih lanjut dari Pemkab Bondowoso.

“Saya harap masyarakat untuk tidak melakukan maupun mendatangi kegiatan dengan melibatkan orang banyak atau secara massal,” Imbau Bupati Salwa saat press release peningkatan kewaspadaan terhadap Corona Virus Disease (Covid-19) di Kantor Dinas Kesehatan, Selasa (17/3/2020).

Masyarakat juga diharapkan senantiasa menjaga kesehatan dengan membiasakan diri berpola hidup sehat dan meningkatkan perilaku hidup bersih . Seperti melakukan cuci tangan dengan sabun sebelum memegang instalasi publik, menutup mulut dan hidung ketika batuk dan bersin.

Bahkan segera memeriksakan diri bila sedang batuk, pilek, dan demam. Juga konsumsi buah dan sayur serta istirahat yang cukup. Menghindari kontak dengan orang yang sakit serta melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari.

Himbauan ini, juga ditindaklanjuti dengan membatasi jumlah pengunjung besuk rumah sakit, memeriksa kesehatan pengunjung  dan ketetapan batas usia pengunjung. Selain itu pemerintah juga melakukan edukasi langsung ditengah-tengah masyarakat dengan menerjunkan satuan polres dan Polsek setempat berkeliling kota Bondowoso dan melakukan Door to door  dari rumah ke rumah.

Karena tidak dipungkiri banyak masyarakat awam yang belum paham terkait penyebaran dan bahaya virus Corona. Terlebih masyarakat menengah kebawah dengan akses informasi yang minim , tinggal dipemukiman padat penduduk sangat rentan terhadap penularan virus Corona.  

Terkait pencegahan suatu wabah ternyata pernah terjadi di zaman Rasulullah SAW. Isolasi terhadap orang yang sedang menderita penyakit menular pernah dianjurkan Rasulullah. Di zaman Rasululullah SAW pernah terjadi wabah kusta yang menular dan mematikan sebelum diketahui obatnya.

Kala itu, Rasulullah SAW memerintahkan untuk tidak dekat-dekat atau melihat orang yang mengalami kusta. Dalam sebuah hadist, Rasullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: Artinya:

"Jangan kamu terus menerus melihat orang yang menghidap penyakit kusta."(HR Bukhari).nNabi Muhammad SAW juga pernah memperingatkan umatnya untuk tidak dekat dengan wilayah yang sedang terkena wabah. Dan sebaliknya jika berada di dalam tempat yang terkena wabah dilarang untuk keluar. Seperti diriwayatkan dalam hadits berikut ini: Artinya:

"Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu."(HR Bukhari).

Belajar dari sejarah besar harapan kami semoga pemerintah Bondowoso bisa mengambil langkah-langkah yang bijak, tegas dan terukur dalam menangani wabah pandemik Corona. Waallahualam.

 

Tulisan artikel yang dimuat di suaraindonesia.co.id adalah murni karya suara pembaca dan bukan menjadi tanggungjawab dari redaksi.


Kontributor :
Editor : Aji Susanto
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar