Rusunawa Semeru di Probolinggo Kotor, Penghuninya Akui Jarang Kerja Bakti

Rusunawa Semeru di Probolinggo Kotor, Penghuninya Akui Jarang Kerja Bakti
Peristiwa Daerah
Sampah Daun Kering dan Rumput Liar Penuhi Halaman Samping Rusunawa Semeru di Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Selasa (31/03/2020).

PROBOLINGGO - Halaman depan, samping hingga belakang rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Semeru, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, terlihat kumuh.

Rusunawa itu tampak tak terawat, saat tim satgas pencegahan virus corona sedang melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan tersebut, Selasa (31/03/2020).

Sampah daun kering dan rumput liar, memenuhi halaman samping rusunawa. Bekas gelas air mineral, plastik dan bungkus nasi juga berserakan di bagian depan pintu masuk.

Saat dikonfirmasi ke penghuni rusunawa, dua orang warganya secara terang-terangan mengakui, bahwa jarang dilakukan kerja bakti. Jika ada ajakan kerja bakti, banyak warganya yang enggan ikut bergabung.

Warga penghuni Rusunawa Semeru, Bambang dan Sholeh, mengatakan pernah ada ajakan kerja bakti bersih-bersih. Namun banyak warga yang tidak ikut karena alasan sibuk bekerja.

Lebih jauh, Bambang dan Sholeh, menyebut alasan warga tidak ikut kerja bakti, karena pernah mengajak Ketua RW setempat namun tidak ditanggapi. 

Sejak saat itu warga tak pernah mau bergabung melakukan kerja bakti bersih-bersih rusunawa.

"Dulu saat diajak kerja bakti, pak RW ga menanggapi, akhirnya kami ikut-ikutan malas. Ya begini akhirnya rusunawa sekarang," jelas Bambang dan Sholeh saling menguatkan.

Ditanya mengapa tak lakukan inisiatif kerja bakti tanpa perintah Ketua RW setempat, kedua warga berusia renta itu menjawab malas karena tokohnya juga malas. 

Setiap kerja bakti yang bergabung tak lebih dari 10 orang, sedangkan penghuni rusunawa lebih dari 200 orang yang terdiri dari 99 Kepala Keluarga (KK).

"Masak kami yang tua-tua ini yang harus kerja bakti terus," kata Bambang, menutup keterangannya.

Sementata Ketua RW Rusunawa Semeru, Bambang Mintoko, mengatakan tidak dibersihkannya rumput liar dan sampah daun kering, karena masih musim hujan. Setelah musim hujan usai, akan dilakukan pembersihan oleh warga rusunawa.

"Sekarang kan masih musim hujan jadi tidak dibersihkan. Nanti kalau dibersihkan gampang tumbuh lagi," katanya.

Bambang Mintoko menyebut, Ia dan warga melakukan kerja bakti sampai dua kali dalam sebulan. Itu dilakukan saat musim kemarau.

"Nanti kami bersihkan, warga nanti beli obat pembasmi rumput liar," jelasnya.

Selain para awak media yang menyaksikan kumuhnya kawasan Rusunawa Semeru itu, pihak petugas penyemprotan disinfektan pencegahan virus corona dan sejumlah personel polisi yang datang ke lokasi tersebut, juga melontarkan kata yang sama. 


Kontributor : Lutfi Hidayat
Editor : Alfian Nur
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar