1 PDP di Lamongan Meninggal, 10 Terkonfirmasi Positif

1 PDP di Lamongan Meninggal, 10 Terkonfirmasi Positif
Peristiwa Daerah
Peta Zona Merah Lamongan (Istimewa)

LAMONGAN - Perkembangan penyebaran Covid- 19 di Kabupaten Lamongan cukup mengerikan. Pasalnya setelah hampir 1 bulan bertahan di zona kuning dan hijau. Kota Soto kini menempati peringkat ketiga Kabupaten- Kota di Jawa Timur yang masuk zona merah.

Puncaknya terjadi, Jum'at (3/4/2020). Ada 1 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia dan 10 orang terkonfirmasi positif.

Selain itu masih ada 40 orang yang berstatus PDP dan 190 berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP), serta 23087 berstatus Orang Dengan Resiko (ODR).

Sementara 1 PDP yang meninggal dunia berasal dari Kecamatan Turi dan baru saja pulang kampung dari tempat rantaunya di Kota Bandung.

Direktur RSUD dr. Soegiri, Moch. Chaidir Annas, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengatakan, pasien laki-laki yang berusia 40 tahun tersebut diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Kota Bandung.

"Ia mas benar sekali tadi sekitar pukul 9 pagi tadi, pasien itu dibawa ke rumah sakit kemudian siangnya meninggal dunia," jelasnya.

Pasien tersebut, ujar Annas, sudah ada riwayat sakit sejak di Bandung dan kemudian dibawa pulang ke Lamongan. Namun saat berada di rumahnya di Kecamatan Turi, ia mengalami gejala sakit yang menyerupai Covid-19.

"Dia lima hari di rumah Turi, kemudian punya keluhan sakit panas, sesak nafas dan batuk selanjutnya oleh pihak keluarga dibawa berobat ke rumah sakit dan meninggal dunia, mas," ujarnya

Ketika dirawat di sebuah klinik di Kota Bandung, tutur Annas, hasil pemeriksaan sementaranya, pasien tersebut mempunyai riwayat penyakit jantung.

"Ada penyakit penyerta jantung mas,. Tapi sudah kita swab juga, untuk memastikan pasien tersebut corona atau bukan. Dan hasilnya belum keluar. Karena baru saja dikirim swabnya maka pihak rumah sakit saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan," tutur pria asal Kecamatan Pucuk ini.

Annas mengungkapkan bahwa, Kota Bandung merupakan daerah zona merah. Sehingga pihaknya akan menyampaikan informasi ini ke Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan guna untuk tracing ke rumah pasien.

"Ini kan belum pasti mas apakah pasien tersebut terjangkit virus corona atau tidak tapi kalau melihat momen seperti ini mungkin langkah yang dilakukan yakni melakukan tracing ke keluarga pasien," ungkapnya

Sementara Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Lamongan, Yuhronur Efendi mengatakan, hasil pemeriksaan swap test di Balitbangkes Kementerian Kesehatan sudah keluar.

"Dari 12 orang positif hasil swap test RS Unair, ada 10 orang yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara 2 orang lainnya dan 18 orang lainnya belum keluar hasilnya. Karena yang kami ajukan test kemarin 30 orang," terang pria yang juga menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan ini.


Kontributor : M Nur Ali Zulfikar
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar