default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Tolak APACT, Aktivis GMNI Jember Gelar Aksi di Halaman DPRD

Tolak APACT, Aktivis GMNI Jember Gelar Aksi di Halaman DPRD
Peristiwa Nasional
Aksi puluhan mahasiswa di halaman DPRD Jember menolak APACT
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60


JEMBER - Asia Pacific Conference on Tobacco or Health (APACT) ke 12 yang digelar di Pulau Bali, mulai 13 - 15 September 2018, mendapat penolakan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Aksi penolakan dilakukan mahasiswa karena konferensi yang membahas isu tembakau dan kesehatan tersebut, berpotensi merugikan 6 juta jiwa lebih masyarakat Indonesia, yang hidupnya bergantung pada tembakau.

“Tembakau itu komoditi yang memiliki sumbangsih sangat besar bagi pemasukan negara,” kata Korlap Aksi, Davit Rizal Firmansyah saat penyampaian berorasi di depan Gedung DPRD Jember, Kamis (13/9/2018).

“Yang mengkhawatirkan ada 6,1 juta jiwa masyarakat bergantung pada industri tembakau, mulai dari petani, karyawan, dan pedagang. Apalagi Jember sebagai komoditi unggulannya,” sebutnya.

Payung hukum berupa RUU Pertembakauan sendiri hingga kini belum disahkan, sehingga rawan ada yang memanfaatkan celah tersebut untuk membunuh niaga tembakau.

“Kami menolak konferensi APACT, juga mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU pertembakauan, dan meminta Bupati Faida, untuk jalankan komitmennya dalam janji kerja nomor 11, yakni menata dan merevitalisasi industri tembakau, dengan meningkatkan produktivitas sektor, untuk kesejahteraan petani,” tegasnya.

Usai berorasi, sejumlah perwakilan mahasiswa dipertemukan dengan dua anggota DPRD Jember, yakni Lukman Winarno, dan David Handoko Seto.

Di depan mahasiswa, kedua orang wakil rakyat tersebut menyampaikan, bahwa apa yang disuarakan mahasiswa sudah dalam tahap pembahasan RUU Pertembakauan di DPR RI. (.)


Reporter : Rio Kristian
Editor : Rozi
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar