Mengagumkan, Mantan Napi Jadi Santri

Mengagumkan, Mantan Napi Jadi Santri
Peristiwa Nasional
Ba'un mantan napi yang saat ini sudah menjadi santri diPondok Pesantren Nurussalam Wali Songo di Bukit Gomang, Desa Laju Lor, Kecamatan Singgah, Kabupaten Tuban.

 

TUBAN- Tidak semua mantan narapidana (napi) kembali berbuat kejahatan dan masuk penjara lagi. Masih ada diantara mereka yang insyaf dan menyadari kesalahan di masa lalunya.

Seperti sejumlah mantan napi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Mereka justru masuk pondok pesantren (Ponpes), hingga bisa mengaji dan melakukan berbagai aktivitas di pesantren.

Rata-rata kasus para mantan napi itu tidaklah main-main. Ada kasus penganiayaan, narkoba, pencurian dan pembunuhan. Namun takdir berkata lain, semenjak mereka di Ponpes perilaku mereka semakin hari semakin baik. 

Mantan napi ini ditempa ilmu agama, sehingga bisa menjadi pribadi yang lebih baik dalam meniti kehidupan dan lebih berguna.
 
Muhammad Choirun, salah satu mantan napi yang baru keluar dari penjara. Ia jadi santri di Pondok Pesantren Nurussalam Wali Songo di Bukit Gomang, Desa Laju Lor, Kecamatan Singgah, Kabupaten Tuban.

Kala itu ia sedang melaksanakan aktivitas mengaji bersama temannya sesama mantan napi. Pemuda dua puluh tahun ini masuk bui karena kasus penganiayaan dan pencurian.

Tindakan asusila ini dia lakukan saat melaksanakan aktivitas mengamen di bus antar kabupaten. Waktu itu masih bergabung dengan komunitas punk di Tuban.

Namun semenjak keluar dari penjara, pria yang akrab disapa Ba'un ini justru berubah drastis. Kesehariannya setiap sore setelah salat ashar, Ba'un dan teman-temannya mengaji di ruangan terbuka dengan membacakan surat-surat pendek.

Siapa sangka, pria penuh tato di lengan dan wajahnya itu juga bisa mengaji, bahkan surat-surat pendek yang dibacakannya bikin hati bergetar, bacaannya mengalun dengan lancar.

Usai mengaji Ba'un menceritakan kenapa ia bisa masuk pesantren dan nyantri di pesantren tersebut.

"Sekeluar dari penjara, saya mendapatkan informasi dari teman yang juga mantan napi kalau mereka masuk pesantren. Lalu saya diajak oleh teman agar juga masuk pondok pesantren untuk menjadi santri. Dari sinilah saya juga masuk dan alhamdulilah dari sekian lama jadi anak jalanan pada akhirnya saya bisa sadar dan mendalami ilmu agama disini," curhat Ba'un kepada suaraindonesia.co.id.

Selepas mengaji Ba'un masih melanjutkan aktivitas yang lain, seperti memberikan makan kambing dan sapi yang disediakan pengasuh ponpes untuk dirawat olehnya. Sementara teman-temannya sesama mantan napi yang lain bercocok tanam dan merawat tanaman jagung, serta memulai dari tanam hingga sampai panen.

"Semoga langkah yang kami lakukan ini bisa dicontoh oleh para napi yang lain, karena masih ada kehidupan dan pekerjaan yang lebih baik dari menjadi pencuri dan semacamnya," tutupnya.

Simak video berikut:


Kontributor : Achmad Junaidi
Editor : Aji Susanto
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar