Tuntut Keringanan UKT, Mahasiswa IAIN Jember Bakar Ban Bekas

Tuntut Keringanan UKT, Mahasiswa IAIN Jember Bakar Ban Bekas
Peristiwa Daerah
Mahasiswa kecewa tuntutannya tidak ada yang diterima kemudian bakar ban bekas di depan Rektorat IAIN Jember (foto Jurnalis IAIN Jember

JEMBER - Aksi demo puluhan mahasiswa di depan gedung rektorat IAIN Jember pada Jumat (12/6/2020) tak menuai hasil, mereka sangat kecewa kepada Rektor IAIN Jember. 

Kekecewaan dirasakan, karena rektor tidak bisa menandatangani tuntutan mahasiswa tersebut.

Diketahui, ada empat poin tuntutan mahasiswa, yakni Pertama rektor harus mengeluarkan Surat Keputusan (SK) atau Surat Edaran (SE) kebijakan kampus terkait keringan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa di masa pandemi beserta standar operasional pelaksanaan (SOP).

Kedua, Rektor IAIN Jember harus memberikan hak dan melibatkan Sema dan Dema Institut dalam proses seleksi serta memutuskan penerima banding keringanan UKT, transparansi data anggaran UKT mahasiswa dan dana kemahasiswaan di masa pandemi.

Keempat, Rektor harus secara tegas ikut menyuarakan suara tuntutan mahasiswa untuk mendapatkan diskon UKT kepada Kemenag RI.

Presiden Mahasiswa IAIN Jember, Nuria Vina Maulida mengatakan, kegagalan ini bukan akhir dari perjuangan mereka dalam menyuarakan kegelisahan mahasiswa selama pandemi Covid-19.

Menurutnya, semenjak diputuskan kuliah di rumah melalui jaringan. Banyak permasalahan yang memberatkan mahasiswa mulai dari free akses dan fasilitas yang harus didapat.

"Ini merupakan puncak dari kegelisahan mahasiswa. Bahwasanya mulai dari awal kami sering mengirimkan surat kepada Rektor terkait hal tersebut, akan tetapi dihiraukan," katanya.

Mereka menuturkan, meskipun sudah ada pernyataan dari rektor sebelumnya dalam sebuah akun Youtube, agar mahasiswa mempersilahkan pengajuan banding, ada pembayaran UKT secara cicil untuk meringankan beban mahasiswa. Namun, itu hanya sebatas wacana dan PHP.

"Tapi ini semua belum ada kebijakan secara teknis dan tidak ada kebijakan secara tertulis baik berupa SK dan Surat Edaran," katanya.

Vina menerangkan, sebelum audiensi, di depan mahasiswa rektor menyatakan siap  memenuhi tuntutan mahasiswa, siap berada di barisan mahasiswa, siap mengeluarkan SK serta transparansi kepada mahasiswa.

"Nyatanya setelah kita ke dalam melakukan mediasi. Rektor enggan menandatangani surat tuntutan kita. Bahkan meminta untuk menghapus poin tuntutan yang keempat. Ada celetukan dari rektor haruskah saya menandatangani surat ini. Kalau poin empat dihilangkan saya akan bertanda tangan," terangnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Jember Prof Babun Suharto mengatakan di depan mahasiswa saat aksi berlangsung, bahwa pihaknya sudah menyuarakan terkait UKT mahasiswa kepada Kementerian Agama RI.

Sebagai Ketua Forum Pimpinan PTKIN ini juga mengaku, permasalahan mahasiswa terkait UKT ini juga sudah diperjuangkan mulai bulan Februari lalu. Tapi, tiga kali pihaknya menyampaikan surat kepada menteri, tidak satupun dijawab.

"Kami ini sebagai pelaksana dari Jakarta, apapun yang diputuskan Jakarta akan kami laksanakan. Misalkan, jika masalah UKT untuk semester ganjil dinol kan sama Menteri, kami siap melaksanakan. Saya tunggu itu," tegas Babun.

Ia juga sudah memberikan solusi bagi mahasiswa tersampak Covid-19. Mahasiswa bisa mengajukan pembayaran secara angsuran. Kalau itu masih belum, maka silahkan mereka bisa mengajukan banding UKT.

Babun menerangkan, misalkan ada orang tua wali yang betul-betul terdampak. Ada tiga hal yang bisa dilampirkan. Pertama bisa melampirkan terkait dengan PHK dari perusahaan.

"Orang tua wali yang terjangkit atau terpapar Covid-19, baik meninggal ataupun masih sakit. Ketiga ini paling ringan mungkin pekerja informal di pasar karena Covid-19 ditutup, atau juga tukang dan petani maka itu cukup dengan surat keterangan kepala desa," tandasnya.

Karena permintaan mereka belum bisa dipenuhi, akhirnya suasana menjadi memanas, sebab Rektor IAIN Jember setelah aksi kedua usai salat Jumat mahasiswa tidak ditemui.

Kemudian amarah massa makin memuncak dan membuat aksi berujung nyaris anarkis, sehingga pada akhirnya massa meluapkan emosinya dengan membakar ban bekas di gedung rektorat IAIN Jember dan pada akhirnya mereka membubarkan diri dengan sebuah kekecawaan.

Simak video berikut:


Kontributor : Bahrullah
Editor : Aji Susanto
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar