Pande Besi di Bondowoso, Mampu Hasilkan Omset Puluhan Juta

Pande Besi di Bondowoso, Mampu Hasilkan Omset Puluhan Juta
Seni Budaya
Pande Besi Saat Memperagakan Proses Pembakaran Besi (Foto Jurnalis Suaraindonesia.co.id)

BONDOWOSO -Bertempat di Dusun Karang Tengah, Desa Sumber Kemuning, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, Pande besi UD Yudi Sunandar Seri 11 Bondowoso banyak menghasilkan omset puluhan juta setiap bulannya.

Adapun produk yang dihasilkan, berbagai macam alat dapur, pertanian dan senjata tradisional meski menggunakan alat produksi tradisional.

Wahyu prasetyo (35) pemilik usaha pande besi ini mengatakan bahwa, usaha ini telah berdiri selama empat puluh lima tahun dan tetap bertahan sampai hari ini.

"Adapun barang yang dihasilkan dari usaha UMKM ini berup pisau sembelih, pisau dapur, sangkur, pedang dan sabit" ukapnya, Rabu (18/6/2020).

Lebih lanjut Wahyu mengatakan, dalam sehari dapat menghasilkan sepuluh hingga lima belas bilah pisau.

Meskipun begitu kata dia, perusahaan kecilnya yang kelolanya dapat menghasilkan puluhan juta rupiah, dengan pemasaran sampai daerah di luar Pulau Jawa.

Katanya, usaha yang rintis akan tetap eksis di tengah persaingan ekonomi global, karena sudah ada teknologi yang dapat membantu untuk pemasaran.

"Alhamdulillah pemasaran produk kami sudah bisa sampai di luar pulau jawa. Meski hampir seluruh bahan baku kami cari sendiri, namun sebagian juga mendapatkan bantuan dari pemerintah," tuturnya.

Menurutnya, usaha yang dijalaninya juga telah mendapatkan perhatian dari pemerintah Kabupaten Bondowoso, meskipun tidak maksimal. salah satunya pemerintah telah mengadakan pelatihan di Bali terkait dengan pengembangan usaha.

Kendati demikian, sejak pandemi Corona, usaha rumahan ini mulai ada penurunan pesanan.
Pihak berharap, usahanya dapat dikenal sampai dunia internasional.

"Saya berharap, usaha ini dapat lebih dikenal oleh masyarakat, bahkan sampai ranah internasional" ujarnya.

Pihaknya juga menuturkan, sampai saat ini perusahaan UMKM pandai besi yang sudah melegenda ini, masih menggunakan peralatan manual dalam proses pembuatannya.

"Meskipun manual namun hasilnya tidak kalah dengan peralatan yang moderen dan pemasarannya juga telah berbasis online," pungkasnya. (Natasya Wildan)

Simak video berikut:


Kontributor : Redaksi
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar