default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Tak Kantongi Izin, 2 Pabrik Plastik di Jombang Disegel Satpol PP 

Tak Kantongi Izin, 2 Pabrik Plastik di Jombang Disegel Satpol PP 
Peristiwa Nasional
Satpol PP bersama tim ketika melakukan penyegelan gerbang PT Yilin Plastik Indonesia
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JOMBANG - Dua pabrik plastik yang berada di kawasan bekas pabrik sepatu PT Volma disegel dan ditutup paksa oleh Pemerintah Kabupaten Jombang karena belum mengantongi izin, Jumat (28/9/2018) pagi.

Penutupan atau penyegelan dilakukan oleh Satpol PP Jombang didampingi tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang.

Perusahaan yang disegel, yakni PT. Yilin Plastik Indonesia dan PT. Sejahtera Selalu Mandiri. Dua perusahaan tersebut diduga melanggar Perda Nomer 6 Tahun 2014 tentang Izin lingkungan.

"Jadi, hari ini kita lakukan kegiatan penutupan PT Yilin di Mojoagung berdasarkan rekomendasi dari DLH. Kita tutup paksa setelah kita mendapatkan rekomendasi SOP," terang Kasatpol PP Jombang, Fahrudin Widodo

Kata Fahrudin, setelah dilakukan penyelidikan, PT. Yilin diketahui melanggar ketentuan perizinan yang berlaku. Sebab, izin operasi belum keluar tapi perusahaan sudah berani melakukan aktifitas produksi.

"Yang dilanggar yaitu Perda Nomer 6 Tahun 2014 tentang Izin Lingkungan dan semua indikator-indikatornya. Karena dipastikan melanggar, maka kita lakukan lagi koordinasi dan langsung kita lakukan penutupan pada hari ini," jelasnya.

Tidak hanya itu, selain PT Yilin yang tidak berizin, ditemukan perusahaan lain di kawasan yang sama juga beroperasi tanpa izin. Perusahaan itupun ikut disegel Satpol PP.

"Saat kita melakukan tindakan, kita juga temukan satu lagi usaha yang sama sepeti PT Yilin ini, yaitu PT Sejahtera Selalu Mandiri dan sekaligus kita lakukan penutupan karena juga tidak berizin," papar Fahrudin.

Ia menegaskan, jika usai penyegelan itu perusahaan masih memaksakan diri beroperasi sementara izin belum keluar, maka Satpol PP selaku penegak Perda akan menyegel perusahan tersebut secara permanen.

"Akan kita segel permanen kalau memang itu akan dilanggar lagi, selanjutnya kami menunggu pantauan dari Dinas Lingkungan Hidup," pungkas Fahrudin usai melakukan penyegelan. (.)


Kontributor : Redaksi
Editor : Deni Ahmad Wijaya
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar