MPLS Saat Pandemi Covid-19, Siswa SMA di Banyuwangi Tatap Muka Hingga Daring

MPLS Saat Pandemi Covid-19, Siswa SMA di Banyuwangi Tatap Muka Hingga Daring
Peristiwa Daerah
Kepala Sekolah SMAN 1 Giri Banyuwangi, Mujib

BANYUWANGI- Di tengah pandemi Covid-19 masa pengenenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ajaran 2020/2021 di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur digelar secara daring hingga melakukan tatap muka.

Seperti yang tengah dilakukan oleh SMAN 1, Kecamatan Giri, Banyuwangi. Siswa mengikuti MPLS secara tatap muka, dengan mengunakan aturan protokol Covid-19 yang ketat.  

Kepala Sekolah SMAN 1 Giri Banyuwangi, Mujib menjelaskan, mereka yang mengikuti kegiatan MPLS hari ini, Senin, (13/7/2020) jumlahnya ada sekitar 72 siswa, dari total 314 siswa baru yang diterima di SMA tersebut. 

“Semua siswa baru ada 314, namun hari ini yang mengikuti MPLS ada 72 siswa. Dan akan bergantian sesuai jadwal masing-masing sampai hari Jum’at besok,” kata Mujib kepada Suaraindonesia.co.id saat di temui di Ruangannya, Senin, (13/7). 

Lanjut Mujib mengatakan, siswa yang mengikuti MPLS menurutnya sudah sesuai dengan arahan dari Tim Gugus Tugas Covid-19, dan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur Wilayah Banyuwangi.

Selain itu katanya, sebelum mengelar MPLS, pihak sekolah terlebih dahulu melakukan surve kepada wali murid, berkaitan boleh tidaknya dilaksanakan MPLS dengan tatap muka. 

“Orang tua di kasih angket melalui google from, dari 314 alhamdulilah orang tua mereka menginjinkan untuk memperbolehkan anaknya mengikuti MPLS,” tambahnya. 

Dikatakan Mujib, acara MPLS ini dilakukan secara singkat, tanpa melakukan upacara pengibaran bendera, dan hanya bersifat pengenalan, dengan harapan siswa dapat mengenal lingkungan sekolah. 

“Kegitan hari ini hanya memperkenalkan sekolah, biar mereka mengenal lingkungan, fasilitasnya, dan mengenal progam-progam dari SMA. Setelah hari pertama MPLS akan dibuatkan grup WhtsApp sehingga nanti ada wali kelas masing-masing yang mengurusi mereka,” ujarnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik ) Jawa Timur Cabang Banyuwangi, Istu Handono mengatakan peserta didik tahun ajaran baru 2020/2021 boleh diperkenankan masuk ke sekolah, namun harus mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Ini khusus peserta didik baru atau kelas 10 saja, itupun harus pakai protokol kesehatan yang ketat. Bahkan harus ada angket dari orang tua juga," kata, Istu Handono.

Pihaknya menambahkan, dalam pelaksanaan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah atau MPLS  jadwal masuk para siswa baru harus dibuat secara bertahap sesuai jumlah. 

"Misal satu hari masuk, satu hari tidak. Bahkan dalam satu kelas hanya dibatasi 18 anak saja. Tentu harus dengan jaga jarak," tambah Istu.

Meski begitu, dalam kebijakan tersebut Dinas Pendidikan Jawa Timur Cabang Banyuwangi tidak memaksakan pihak sekolah untuk mewajibkan siswa baru untuk tetap masuk.
Namun boleh dilakukan secara online. 

"Ini hanya untuk sekolah yang sudah melaporkan kesiapannya saja. Kalau yang belum siap ya tidak masalah, tapi harus mempersiapkan. Jadi kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dilakukan dari rumah lewat online," pungkas Istu. (Usman Afandi)


Kontributor : Redaksi
Editor : Alfian Nur
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar