Wabup Piter Gusbager Gelar Audiens Terkait Peremajaan Lahan Sawit di Keerom

Wabup Piter Gusbager Gelar Audiens Terkait Peremajaan Lahan Sawit di Keerom
Peristiwa Daerah
Wabup Piter Gusbager foto bersama usai gelar Audiens

KEEROM - Wakil Bupati Kabupaten Keerom, Piter Gusbager, S.Hut.MUP gelar Audiens bersama Petani Sawit yang tergabung dalam APKASINDO Keerom, dan koperasi kelapa sawit Ngkawa yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Keerom, Kamis (16/07).

Pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut.MUP, Asisten 1, Daniel Panca Pasanda, Ketua APKASINDO Keerom, Moh. Yamin, Bend Koperasi Ngkawa, ny. Mudrika dan para petani sawit dari Gapoktan perwakilan masing-masing kampung di keerom.

Pertemuan yang dipimpin oleh orang nomor dua di Keerom itu dalam rangka mencari jalan keluar atas rencana peremajaan kelapa sawit (replanting) dan terkait perbedaan pendapat antara pihak Adat dan petani sawit di Arso pir 2 itu.

Dalam kesempatannya, Wabup Keerom itu menyampaikan, siap membantu untuk memberikan solusi dalam menyelesaikan perselisihan antar beberapa pihak  tersebut, baik itu petani sawit, masyarakat Adat, PTPN II dan Pemerintah.

"Hampir tujuh tahun terkahir Sawit ini tidak diurus. Aspirasi masyarakat Adat dan Petani dalam hasil kajian ilmiah Universitas Papua, mayoritas menginginkan peremajaan itu berjalan dan juga  telah teridentifikasi apa saja permasalahannya,"ujar Piter.

Menurut Piter, tugas pemerintah sebagai aktor kunci dalam menyelesaikan persoalan-persoalan peremajaan Sawit ini harus memastikan kepentingan Petani, Masyarakat dalam peningkatan pendapatan masyarakat adat itu sendiri dan pendapatan daerah harus jalan atau ada Sinergitas atau se-paham.

"Tugas saya hari ini adalah, apa yang menjadi hasil kajian Universitas Papua dan Surat Mantan Bupati Keerom, Alm. Celcius Watae per tanggal 13 Juli 2017 tentang, Peremajaan harus memiliki persetujuan masyarakat Adat, dan itulah yang sedang kita lakukan sekarang,"jelasnya.

Lanjut Wabup Piter Gusbager, tapi manfaat peremajaan untuk merubah roda perekonomian di Keerom sangat diharapkan atau diperlukan. Hanya saja peremajaan ini dilakukan tahap demi tahap dan prosedur yang baik suapaya tidak ada gejolak di masyarakat.

Kata Piter, Perlu diakui bahwa Sawit ini salah satu Income daerah dan Income domestik atau rumah tangga.

"Tugas kami Pemerintah untuk memastikan semua proses berjalan dengan aman dan damai, sehingga tidak menimbulkan gesekan atau persoalan yang lain di masyarakat,"bebernya.

Hal ini diakuinya bagaimana kerjasama dan sinergitas yang dibangun oleh semua pihak. Dirinya sebagai Wakil Bupati mengakui akan mendorong persoalan ini untuk ada kesepahaman antara pihak terkait.

"Kita Pemerintah juga tidak bisa disatu pihak saja, tapi bagaimana upaya kita untuk merangkul semua kepentingan ini dan peremajaan ini bisa berjalan dengan memanfaatkan lahan yang sudah  tidak produktif lagi, bukan untuk membuka lahan baru,"tutupnya.

Sementara itu Ketua APKASINDO Keerom, Moh Yamin mengakui sangat apresiasi atas jalan atau dialog yang diadakan Pemerintah dalam hal Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager.

"Dengan adanya dialog ini akan mengurangi kembali benang yang sudah kusut dalam hali persoalan yang tidak sepaham dengan pihak-pihak dalam masalah peremajaan ini,"tutur Yamin.

Yamin mengakui, terkait tahapan peremajaan lahan sawit ini suda ditunggu sejak lama. Tapi untuk melakukan sebuah program diutamakan dulu legalitas lahannya.

"Karena kalo legalitas lahannya bermasalah akan sulit untuk menerima program. Untuk itu harus ada penyelesaian terlebih dahulu,"bebernya.


Kontributor : Takim
Editor : Alfian Nur
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar