default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Ratusan Santri di Jember Upacara Pakai Sarung dan Peci

Ratusan Santri di Jember Upacara Pakai Sarung dan Peci
Peristiwa Nasional
Ratusan santri Ponpes Mambaul Ulum saat menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional, Senin (22/10/2018).
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JEMBER - Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum di Desa Kampung Tengah, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2018, Senin (22/10/2018).

Puncak acara digelar dengan upacara bendera. Dimana peserta memakai sarung dan peci layaknya dunia pesantren.

"Upacara ini sengaja kami gelar di halaman Pondok Pesantren Mambaul Ulum Sukowono. Tujuannya agar para santri memiliki jiwa patriotisme. Busananya kita buat alami dunia pesantren, memakai sarung dan kopyah (peci)," terang Rohman pembina panitia pelaksana.

Prosesi acara itu, juga tidak kalah dengan upacara resmi pada umumnya. Ada pengibaran bendera, menyanyikan lagu kebangsaan dan mengheningkan cipta.

"Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin, tanpa mengurangi esensi nilai peringatan, pesertanya keluarga pesantren dan ratusan santri putra dan putri yang menetap," katanya.

Alumni pasca sarjana Sekolah Tinggi Islam Negeri (STAIN) Jember ini juga menyebut, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan agar para santri paham bagaimana hidup bernegara yang sebenarnya.

"Negara harus mengakui perjuangan santri. Esensinya bagaimana para santri harus mendapatkan perhatian lebih dari sebelumnya. Kemerdekaan itu diraih dengan perjuangan, bukan langsung enak seperti saat ini. Mereka (para santri) ikut berdarah-darah mempertahankan NKRI, sudah saatnya pesantren dikedepankan," kata Rohman.

Perwakilan Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Kiai Ahmad Faiz Arrosyid mengatakan, momentum hari santri merupakan salah satu kebanggaan dan hari yang paling ditunggu bagi para santri.

"Sejak zaman sebelum kemerdekaan, santri dan pesantren sudah ada dan ikut mewarnai terhadap NKRI. Begitupun kemerdekaan Negara, juga tidak bisa lepas dari perjuangan santri," paparnya.

Lebih jauh dirinya juga berharap, para santri tidak kaku dengan perkembangan zaman.

"Sehingga santri tidak hanya melulu belajar kitab. Tetapi, bisa mengisi perjuangan dengan sesuatu yang positif," tegasnya. (Asikin)


Kontributor : Jember
Editor : Deni Ahmad Wijaya
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar