default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Pesona Pantai Watu Dodol Banyuwangi Mengagumkan

Pesona Pantai Watu Dodol Banyuwangi Mengagumkan
Wisata
Pemandangan alam Pantai Watu Dodol Banyuwangi (Sumber Google)
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

BANYUWANGI - Jika kamu berwisata ke kabupaten paling ujung timur Pulau Jawa Timur, akan bertemu dengan tempat wisata Pantai Watu Dodol.

Pantai ini terletak di perbatasan antara Situbondo dan Banyuwangi. Tepatnya di Dusun Bangsring, Kecamatan Wonosorejo, Banyuwangi, Jawa Timur dan berjarak sekitar 5 kilometer dari Pelabuhan Ketapang.

Menurut cerita warga sekitar, penamaan Watu Dodol diambil dari batu karang besar dengan ketinggian sekitar 5 m yang berada di tepi pantai dan berbentuk panjang menyerupai jajanan tradisional yaitu dodol.

Keunikan dari pantai ini, adalah tidak memiliki pasir namun dipenuhi karang dan bebatuan coral. Wisata pantai di Banyuwangi ini memiliki panorama pemandangan yang sangat memukau.

Untuk sampai ke tempat ini, jaraknya yang tak terlalu jauh dari Pelabuhan Ketapang yaitu sekitar 2 kilometer saja.

Di tempat ini kamu dapat melihat kapal feri lalu lalang di sekitar pelabuhan dan dari Pulau Bali ke Banyuwangi atau sebaliknya.

Di sekitar pantai juga banyak warung yang menjual kuliner lezat jadi jangan kamu lewatkan mencicipinya.

Uniknya lagi, yang menjadi daya tarik pantai ini adalah terdapat dekorasi patung penari Gandrung yang berada di atas bangunan.

Penari yang memegang kipas ini, seolah-olah sedang meliuk-liukan badannya memperlihatkan kelihaiannya dalam menari dan memberikan salam selamat datang untuk para pengunjung pantai.

Pantai ini kerap disinggahi para pengendara yang melintasi kawasan Situbondo - Banyuwangi.

Menurut masyarakat sekitar, Pantai Watu Dodol sering dijadikan lokasi ritual Puter Kayon yang digelar setiap selesai Idul Fitri.

Menurut warga sekitar, ritual ini diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat yang disimbolkan dengan mengarak sesajian dan tumpeng dari perkampungan penduduk menuju pantai.

Kemudian sesajian itu dilarung ke laut, sedangkan tumpeng dimakan warga bersama-sama sebagai ungkapan rasa syukur.(TI/Ratna)


Reporter : Redaksi
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar