default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Kalahkan ITB, Tim FT Universitas Malang Juara I Kontes Mobil Hemat Energi

Kalahkan ITB, Tim FT Universitas Malang Juara I Kontes Mobil Hemat Energi
Suara Kampus
Tim FT UM usai menerima hadiah
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

MALANG - Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (FT UM) berjaya dalam Kontes Mobil Hemat Energi (KHME) yang diadakan oleh Kementrian Riset dan teknologi Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) di Padang, Sabtu (1/12/2018) kemarin.

Dosen pembimbing tim KHME FT UM, Avita Ayu Permanasari dalam keterangan persnya menyampaikan, kontes yang diselenggarakan sejak 27 November hingga 1 Desember kemarin di Padang, pihaknya menurunkan dua tim yakni tim 1 Semeru dan tim 2 Semeru.

"Tim pertama meraih juara 1 dalam kategori di prototipe ethanol dengan kecepatan 543,47 km per liter, dan Tim 2 Semeru meraih juara 2 di kategori urban ethanol dengan kecepatan 185 km per liter," kata Avita Ayu Permanasari saat ditemui di FT UM, Selasa (4/12/2018).

Kemenangan UM kategori prototipe ethanol, lanjut Avita, mampu menggeser posisi pertama UGM yang selama ini selalu berjaya dalam KHME khususnya kategori prototipe ethanol. 

Kontingen UM sendiri telah mengikuti kontes mobil hemat energi sejak 3 tahun terakhir, yakni dari 2016 hingga 2018. Meski begitu, selama tiga tahun tersebut, UM harus puas berada di posisi ke-2.

"Belum dapat medali, ini yang pertama, bisa mengungguli juara bertahan ITB dalam kategori prototipe," katanya.

Meski telah menang, Ketua Divisi Engine, Bagas Eko Laksono mengaku belum puas dengan capaian yang telah mereka raih. Menurutnya, pihaknya akan terus mengupgrade mobil yang telah dibuat tersebut agar menang dalam ajang internasional yakni ajang Shell ECO Marathon Asia 2020 yang diadakan oleh Shell.

"Belum puas mas, masih ada beberapa yang harus diperbaiki lagi," ucapnya.

Menurut Bagas, mesin prototipe ethanol yang telah dibuat saat ini masih memiliki bobot yang sangat berat. Sehingga pihaknya saat ini tengah upayakan untuk memperingan bobot mesin, namun tetap dengan kualitas yang tinggi.

"Bobot engine harus diperingan, power to weight-nya juga harus diperbesar, sehingga meski mesin kecil tapi tenaga besar," katanya menjelaskan.

Perlu diketahui, bobot mesin dari prototipe ethanol yang mendapatkan juara 1 tersebut berkisar antara 20 hingga 22 kilo. Dengan bobot tersebut, hasil karya mahasiswa FTUM berhasil melintasi lintasan dengan panjang 7,97 km. Oleh karenanya, ia berharap ke depan mesin tersebut dapat diupgrade dan diperingan lagi.

"Sekitar 10 kilo, sambil di maping injeksinya juga," tandasnya. (Sammy)


Kontributor : Malang
Editor : Abdur Rozi
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar