default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Kubu Prabowo Tantang Jokowi-Ma'ruf Tidak Gunakan Contekan saat Debat Pilpres

Kubu Prabowo Tantang Jokowi-Ma'ruf Tidak Gunakan Contekan saat Debat Pilpres
Politik
Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade saat ditemui wartawan, Jakarta, Senin (07/1/2019)
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JAKARTA - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menantang Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maa'ruf untuk tidak menggunakan contekan pada saat debat berlangsung.

Menurutnya, hal tersebut lebih baik karena sang kandidat akan lebih hafal dalam menyampaikan visi-misi dan program kerja.

"Begini saja, saya tantang TKN Jokowi, nanti waktu debat nggak ada yang boleh bawa kertas catatan atau contekan. Biar rakyat tahu, apa isi pemikiran masing-masing kandidat. Berani nggak?," ujarnya kepada wartawan, Jakarta, Senin (07/01/2019).

Andre menegaskan, Prabowo-Sandiaga siap menjalani debat Capres 2019. Dia mengaku bingung soal tuduhan TKN bahwa kubu Prabowo-Sandiaga tak mau ada debat capres.

"Untuk tanggal 17 Januari, tentu kandidat kami siap berdebat. Aneh saja narasi yang mereka bangun," sebutnya. 

Andre menyindir balik kubu Jokowi yang disebutnya tak setuju dengan penyampaian visi-misi capres-cawapres 9 Januari 2019. Sebab Prabowo-Sandi merupakan kandidat yang berani menyampaikan visi-misi secara langsung.

"Pembacaan visi dan misi itu untuk tanggal 9 Januari ini yang tidak disetujui oleh TKN padahal dari BPN sudah memberi solusi. Kalau BPN Prabowo-Sandi tetap kandidat yang menyampaikan visi dan misi, TKN silakan stuntman. Tetapi mereka tidak mau," ucap Andre. 

Sebelumnya diberitakan, juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga mengaku gerah dengan tuduhan dari pihak oposisi yang mengatakan jagoannya takut menyampaikan visi-misi. Arya mengungkapkan, bahwa ada keengganan kubu Prabowo-Sandiaga untuk mengikuti debat.

"Saya agak kesal dengan isu-isu di luar yang mengatakan Pak Jokowi takut menyampaikan visi-misi. Sebenarnya ini nggak usah dibuka karena ada etika kita rapat tertutup di KPU, ada kedua tim ternyata malah dipelintir, dibuka yang enggak-enggak, kita posisinya jadi negatif, dikira kita takut menyampaikan visi-misi," kata Arya kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat.


Reporter : Jakarta
Editor : Abdur Rozi
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar