default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Rumah Pimpinan KPK Diteror, Polisi Buat Tim Khusus

Rumah Pimpinan KPK Diteror, Polisi Buat Tim Khusus
Peristiwa Nasional
Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat ditemui wartawan di gedung Divisi Humas Polri, Jakarta selatan.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JAKARTA - Polisi membuat tim khusus bersama Mabes polri dan Densus 88 untuk  menyelidiki kasus teror diduga bom molotov yang dialami oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo dan Laode Muhammad Syarif, Rabu pagi (09/1/2019).

Karopenmas Divisi Humas polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Polisi saat ini sedang melakukan penyidikan untuk mengungkap teror tersebut.

"Saat ini Polda metro sedang membentuk tim yang akan diback up oleh mabes polri dan densus 88 yang akan segera mungkin mengungkap peristiwa yang terjadi di rumah bapak Agus dan laode," katanya di gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Rabu (09/01/2019).

"Densus 88 sudah memiliki pengalaman dalam mengungkap berbagai kasus yang terkait dengan masalah bahan peledak, oleh karena itu tugas dari densus tersebut adalah mem- backup tim yang dibentuk oleh Kapolda," tambahnya.

Lebih lanjut, Dedi menjelaskan polisi hanya menemukan barang bukti berupa pecahan botol setelah datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Namun, Bekas pecahan dan api tersebut akan dianalisa lebih lanjut oleh tim laboratorium forensik untuk penyelidikan.

"Beberapa barang bukti yang ditemukan adalah pecahan botol, itu sedang dianalisa kemudian ada bekas asap dan api, itu sedang dianalisa oleh tim laboratorium forensik," terangnya.

Kendati demikian, Dedi menegaskan tidak ada korban jiwa dari peristiwa teror yang dialami oleh kedua pimpinan KPK tersebut. Namun, Dia berharap tim yang dibentuk dapat bekerja secara maksimal dalam mengungkap kasus tersebut.
"Tidak ada korban, baik di rumah pak Agus di Bekasi ,dan di rumah pak laode yang di kalibata," tegasnya.

"Saat ini sedang mengolah TKP dan menganalisa alat bukti dan diharapkan tim dapat bekerja maksimal," tutupnya.

Sebelumnya, Rumah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo di Bekasi, Jawa Barat diteror menggunakan benda diduga bom molotov. Kejadian ini terjadi selang beberapa jam setelah pelemparan benda diduga bom molotov ke rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Kalibata, Jakarta Selatan. (ANS)


Kontributor : Anas
Editor : Abdur Rozi
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar