default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Pemkab Pamekasan Gencar Promosikan Batik, Menteri Ekonomi dan UKM Kunjungi Sentra Batik Podhek

Pemkab Pamekasan Gencar Promosikan Batik, Menteri Ekonomi dan UKM Kunjungi Sentra Batik Podhek
Birokrasi
Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga didampingi Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wabup Raja'e saat mengunjungi pengrajin batik Podhek.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

PAMEKASAN - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Republik Indonesia Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga bersama istri Ayu Bintang Puspayoga dan rombongan didampingi Bupati Pamekasan Badrut Tamam dan Wakil Bupati Raja'e serta Kepala OPD, mengunjungi sentra batik tulis di Dusun Phodek Desa Rang Perang Daya Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan, Jum'at (18/01/2019).

Kunjungan Menteri Koperasi dan UKM tersebut untuk mengetahui secara langsung pembuatan batik di Podhek yang terkenal karena batiknya halus dan berkelas premium.

“Kami datang kesini untuk melihat secara langsung bagaimana proses produksi batik tulis Pamekasan, serta upaya pemberdayaan kepada para pengrajin yang hendak dilakukan Pemkab Pamekasan,” jelas Menteri Koperasi dan UKM RI Puspayoga.

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga menambahkan, pihaknya tertarik datang langsung berkat promosi yang sedang digencarkan Pemkab Pamekasan, baik melalui media sosial, pemberitaan media massa, maupun melalui branding batik di semua mobil dinas milik Pemkab Pamekasan.

"Promosi batik yang dilakukan Pemkab Pamekasan sebagai tolak ukur akan kekuatan industri batik yang ada di Pamekasan, apalagi melalui kebijakan yang berpihak kepada kepentingan perajin batik tulis Pamekasan," tutur Puspayoga.

“Proses produksinya alami dan bagus, dan ini merupakan potensi yang bagus,” kata Puspayoga tak henti-hentinya menyanjung batik dari Podhek tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Puspayoga sambil melihat-lihat hasil batik, berbincang santai dengan warga seputar batik tulis, serta proses produksinya.

“Pemkab Pamekasan telah banyak membantu kami para pengrajin batik, dengan mengharuskan para ASN menggunakan seragam batik asli Pamekasan. Pemkab juga membranding mobil dinas dengan batik sebagai promosi batik," kata Abdus Somad pengrajin batik Dusun Podhek.

Para pengrajin juga mengharapkan bantuan dari Menteri.

"Apalagi Bapak menteri mau membantu promosi, Tentunya akan lebih baik hasil penjualan kami,” katanya.

Sementara Bupati pamekasan Baddut Taman memberikan penjelasan terhadap Menteri dan rombongan, bahwa saat di Kabupaten Pamekasan terdata sebanyak 144 motif batik.

"Antara lain, motif Matahari, Sekar Jagad, Tiga Dimensi, Terang Bulan Kupu-kupu Leres, Rang-kerang Warna, Kismis, dan Liris Jagad. Kalau batik yang menjadi branding mobil dinas Pemkab Pamekasan itu, adalah motif batik Sekarjagad," terang Baddrut Tamam. 

Pamekasan sebagai kabupaten batik saat ini memiliki sekitar 1.200 unit usaha batik, dengan produksi batik mencapai 309.000 lembar batik setiap tahunnya dengan taksiran nilai produksi sekitar Rp 24 miliar.

Untuk diketahui, Kecamatan Proppo, merupakan salah satu kecamatan dengan sentra batik terbanyak dibanding 10 kecamatan lain di Pamekasan, yakni sebanyak 12 sentra dari total 28 sentra batik se-Kabupaten Pamekasan. (Chandra Kirana)


Kontributor : Pamekasan
Editor : Nanang Habibi
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar