default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Kubu Prabowo Sebut Penyebaran Fitnah Tabloid Indonesia Barokah Merupakan Cara Primitif

Kubu Prabowo Sebut Penyebaran Fitnah Tabloid Indonesia Barokah Merupakan Cara Primitif
Politik
Direktur materi dan debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman said saat ditemui wartawan di Jalan Sriwijaya I, Jakarta selatan, Rabu (23/1/2019) malam.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JAKARTA - Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Sa'id mengatakan penyebaran tabloid berisi fitnah yang menyudutkan paslon tertentu merupakan cara primitif.

Menurutnya, demokrasi yang baik itu dengan memberikan narasi terhadap perencanaan dan adu gagasan terkait visi-misi antar kubu.

"Biar masyarakat lihat deh, itu cara-cara primitif menurut saya dan sudah dari awal saya mengatakan, ayo kita adu gagasan, adu kebaikkan, adu pesan-pesan baik, jangan menyebarkan hal begitu," kata Sudirman di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Rabu (23/1/2019) malam.

"Biar masyarakat menilai. Gak mungkin kan kita bikin sendiri, yang bikin kan pasti orang lain. Jadi biar saja," tambahnya.

Diketahui, Tabloid Indonesia Barokah berisi tulisan yang diduga menyudutkan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

Lebih lanjut, Sudirman mengatakan peredaran tabloid Indonesia Barokah tidak akan menggembosi elektabilitas Prabowo-Sandi di pilpres nanti, sebab masyarakat sudah mampu memilah informasi mana yang baik dan kredibel.

"Insyaallah masyarakat kita sudah cukup cerdas, kan tabloid bukan satu-satunya sumber bacaan, mereka nonton tv, punya medsos, punya akses kepada jejaring internet, jadi kami tidak terlalu khawatir dengan yang begituan," katanya.

Justru sebaliknya, mantan Menteri ESDM ini menyebut pihak yang menyerang Prabowo-Sandi dengan membabibuta adalah pihak yang takut kalah di pilpres 2019 nanti.

"Kalau menyerang terlalu bombastis, katanya yang menyerang itu tanda-tanda tidak secure. Saya pernah dengar penuturan seorang ahli prilaku hewan. Hewan yang menyerang itu, tanda hewan itu sedang tidak nyaman, sedang tidak aman. Jadi melakukan tindakan begitu," imbuh Sudirman.

Berbeda dengan Sudirman, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyoroti maraknya informasi tentang beredarnya tabloid Indonesia Barokah. TKN memastikan tabloid itu bukan ulah tim petahana.

"Tim Kampanye Nasional Jokowo-Kiai Ma’ruf tidak tahu menahu tentang tabloid Indonesia Barokah," kata juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, di Jakarta, Rabu, 23 Januari 2019.

Ace menegaskan kubu pertahanan berkomitmen untuk mengedepankan narasi positif dalam berkampanye. Kubu Jokowi-Ma'ruf juga menolak pola penyebaran kabar bohong alias hoaks.

"Kami akan memerintahkan kepada pendukung kami, jika ada pihak-pihak yang menyampaikan narasi negatif, menyebarkan hoaks dan kebohongan, untuk dihentikan kampanye seperti itu," ujarnya. (ANS)


Kontributor : Jakarta
Editor : Nanang Habibi
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar