default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

HIV/AIDS Bondowoso Semakin Meningkat

HIV/AIDS Bondowoso Semakin Meningkat
Suara Pembaca
Siti Sania
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

Oleh : Sania Nabila Afifah (Komunitas Muslimah Rindu Jannah)

Miris sekali HIV AIDS tak hanya menyerang orang dewasa, saat ini juga mulai menyerang  anak-anak. Penyakit mematikan nomer satu di dunia ini semakin membuat resah masyarakat karena bisa menular. HIV/AIDS (ODHA) masih belum bisa ditekan. Trennya justru menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Potret ini masih menghawatirkan di tengah momentum Hari AIDS Sedunia, 1 Desember.

Dalam data yang dilansir dari www.aidsdatahub.org, jumlah kasus baru untuk penderita HIV menurun yakni 48 ribu penderita. Namun secara keseluruhan jumlah penderitanya naik dari tahun lalu. Pada tahun 2016, jumlah ODHA adalah 620 ribu orang, naik dari tahun sebelumnya 610 ribu orang. Sementara ibu hamil yang menjadi ODHA mencapai 12 ribu orang. Penderita HIV /AIDS ini diberikan terapi pengobatan  Antiretroviral (ARV) pada mereka.
Data ODHA di Asia dan Asia Pasifik yang menerima terapi pengobatan ARV yakni mencapai 2,4 juta orang.

Total jumlah ODHA  di Asia dan Asia Pasifik mencapai 5,1 juta orang dan ODHA. Dan kecenderungan pertumbuhan pasien terus meningkat. Melihat dari latar belakang di Indonesia dengan padatnya penduduk, ragamnya budaya, juga latar belakang pendidikan dan agama. Kata Pakar Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Agung Waluyo kepada JawaPos.com.
"Salah satu hal yang sangat penting yang harus dilakukan pemerintah dan pihak terkait untuk mengedukasi masyarakat agar menghindari perilaku berisiko tertular HIV seperti penggunaan narkotika dan perilaku seks berisiko," kata Agung.

Begitu pula Menurut Sinung Sudrajad, Komisi IV DPRD Bondowoso mengatakan tingginya jumlah kasus AIDS di Kabupaten Bondowoso salah satunya juga disebabkan oleh semakin meningkatnya angka tenaga kerja keluar daerah.

Penularan AIDS yang paling mudah yaitu dengan hubungan intim secara bergantian. Jumlah HIV/AIDS tiap bulannya semakin meningkat dan tiap kecamatan sudah ada yang terjangkit penyakit ini.

Jumlah keseluruhan per September 2018 yang terjangkit sebanyak 321 orang. Dan 21 orang diantaranya adalah balita. Ironisnya, dari jumlah itu ada 21 anak atau balita yang meninggal 1anak. Jadi tinggal 320 orang.

Pendampingan yang dilakukan oleh Pemkab Bondowoso untuk mengadakan sosialisasi kepada masyarakat bahwa HIV/AIDS itu apa dan bagaimana. Pendampingan Dinas terkait dan lembaga-lembaga yang sudah aktif seperti Yapikma sangat dibutuhkan yang lebih aktif lagi kepada penderita. Agar penyakit ini tidak semakin menyebar banyak bertebaran di sejumlah wilayah.Meningkatnya ODHA tiap tahun terus meningkat, tidak hanya ada di Bondowoso tapi seluruh dunia di Indonesia.

Karena solusi HIV/AIDS tidak menyentuh akar masalah persoalan yang masif, merata adalah bukti bahwa problem HIV/AIDS adalah problem sistemik.

Penyebab HIV/AIDS adalah karena negeri ini menerapkan sistem kapitalisme yang menimbulkan gaya hidup liberal, serba bebas, zina sudah jadi budaya.

Faktor utama penyebab terjadinya penyakit ini adalah seks bebas yang saat ini menjadi hal biasa dan gonta-ganti pasangan dalam melakukan seks. Penyimpangan prilaku  ini disebabkan liberalisme. Kebebasan berpendapat, kebebasan berprilaku  buah dari sistem sekulerisme. Yang mana Asas dari sekulerisme ini adalah memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga terjadi pemisahan peran agama dari kehidupan. 

Dari kebebasan inilah manusia menjadi tak terkontrol oleh norma  agama. Sehingga penjagaan terhadap orang dewasa dan generasi tidak memungkinkan. Karena manusia sudah bebas memutuskan kehendaknya sesuai dengan asas yang berlaku serta minimnya pemahaman terhadap agama dikalangan masyarakat. Sistem saat  ini juga tak mampu menjaga generasi dari serangan massif penyimpangan gaya hidup. Seperti seks bebas, penggunaan narkotika dengan jarum suntik, dan lain sebagainya. 

Walaupun ada upaya pemerintah untuk menanggulanginya. Solusi yang diberikan hanya bersifat parsial saja.Tak menyentuh akar masalah (sistem) Sedangkan kondisi  masyarakat terlampau jauh mengalami kerusakan. Hingga anak kecilpun menjadi korban kebiasaan buruk orang tuanya. Kontrol pemerintah terhadap generasi sangatlah minim.  Seharusnya pencegahan dini  terjadinya penyakit menular itu yang paling utama harus dilakukan. Agar tidak berdampak kepada yang lain.

Hanya Islamlah satu-satunya yang mampu melindungi masyarakat dan generasi termasuk penyelesaian terhadap penyakit menular tanpa mengorbankan yang lain. Islam dengan seperangkat aturannya mengatur hubungan manusia dengan manusia yang lain dengan sistem sosial yang didalamnya. Allah menjaga dengan batasan-batasan tertentu. Islam membatasi interaksi pria dan wanita yang bukan muhrim didalam kehidupan umum. Dengan pemisahan interaksi keduanya kecuali dalam hal tertentu, seperti bermuamalah jual beli, pekerjaan yang dibutuhkan untuk berinteraksi itupun harus sesuai dengan koridor Islam.

Allah SWT juga mengatur dengan memberikan solusi tuntas persoalan manusia, termasuk HIV AIDS. Allah melarang umat Islam melakukan seks bebas/ zina, LGBT, narkoba yang merupakan akar masalah dari HIV AIDS.

Larangan zina ini telah termaktub didalam al quran surat al isra' ayat 32 yang artinya; "Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan merupakan jalan yang buruk"

Dan Islam juga mengharamkan mengkonsumsi narkoba sebagaimana dalam hadist Rasulullah SAW bersabda; Ummu salamah menuturkan bahwa Rasulullah  melarang setiap zat  yang memabukkan dan menenagkan (HR Abu Daud dan Ahmad).

Pengharaman zina dan narkoba tidak sebatas larangan lisan, namun dipraktekkan secara praktis dalam institusi  Islam. Dalam bentuk hukuman bagi pelaku yang melakukan tindakan tersebut. Dengan hukuman rajam bagi pezina yang sudah menikah, dan cambuk bagi pezina yang masih lajang. Yang mana kedua hukuman tersebut  tidak lain adalah sebagai penebus dosa serta memberikan efek jera terhadap pelaku dan juga khalayak.

Semua aturan tersebut termaktub didalam al quran dan al hadist. Dan akan mampu mensolusi masalah yang dahulu pernah terjadi begitu juga saat ini. Aturan Allah tetaplah menjadi alat yang ampuh untuk mensolusi semua problematika umat manusia.

Wallahu ta'ala a'lam


Oleh : siti sania
Editor :
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar